RSOL/RakyatSulutOnline.com, BALI – Sekretaris TP-PKK Kota Bitung, Ny. Jacinta Marybell Maringka Gumolung, menghadiri Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranas, TP-PKK, dan TP Posyandu se-Indonesia Wilayah Tengah Tahun 2026 di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC), Denpasar, Kamis (22/10/2026).
Kehadiran Ny. Jacinta Marybell Maringka Gumolung dalam kegiatan tersebut mewakili Ketua TP-PKK, Ketua Dekranasda, sekaligus Ketua TP Posyandu Kota Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh, SE.
Dalam kegiatan itu, Ny. Jacinta didampingi Sekretaris TP Posyandu Kota Bitung, dr. Lanny Mamahit; Ketua Harian Dekranasda Kota Bitung, Drs. Robert R. Wongkar, MAP; serta Wakil Sekretaris Dekranasda Kota Bitung, Rio V. Karamoy, S.STP, M.Si.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Umum TP-PKK dan Tim Pembina Posyandu sekaligus Ketua Harian Dekranas, Ny. Tri Tito Karnavian, serta ditutup oleh Ketua Umum Dekranas sekaligus Pelindung TP-PKK dan TP Posyandu, Selvi Gibran Rakabuming.
Rapat ini menjadi forum koordinasi untuk menyamakan pemahaman mengenai peran dan tanggung jawab masing-masing lembaga, memperkuat tata kelola organisasi, serta mendorong sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan daerah. Melalui penguatan tersebut, pelaksanaan program diharapkan semakin terarah, terkoordinasi, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Dekranasda, TP-PKK, dan TP Posyandu memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Dekranasda berperan dalam pembinaan perajin dan pengembangan industri kerajinan, TP-PKK mendorong pemberdayaan serta peningkatan kesejahteraan keluarga, sedangkan TP Posyandu mendukung penguatan pelayanan masyarakat secara terintegrasi.
Karena itu, koordinasi dan pembagian peran yang jelas menjadi faktor penting agar program ketiga lembaga dapat berjalan selaras dan saling mendukung.
Salah satu agenda penting dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Tim Pembina Posyandu. Kerjasama ini mendorong Posyandu berperan sebagai mitra data dan edukasi gizi dalam mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keterlibatan Posyandu sebagai mitra data dan edukasi gizi diharapkan dapat memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat, meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pemenuhan gizi, serta mendukung pelaksanaan program yang menyentuh langsung kebutuhan keluarga.
Materi penguatan dalam rapat nasional ini disampaikan sejumlah narasumber dari kementerian dan lembaga terkait. Di antaranya Kepala Badan Gizi Nasional yang membawakan materi tentang Posyandu sebagai Mitra Data dan Edukasi Gizi untuk MBG, Sekretaris Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Sekretaris Utama Bappenas, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, serta Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri.
Rapat nasional ini diikuti 998 peserta dari 14 provinsi dan 178 kabupaten/kota di wilayah Indonesia bagian tengah. Peserta terdiri atas unsur pemerintah daerah, pengurus kelembagaan, sekretariat, perangkat daerah, serta perwakilan pemerintah pusat.
Dalam forum tersebut, peserta juga mendapatkan penguatan mengenai pentingnya tata kelola kelembagaan yang baik, pembagian peran yang jelas, dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah agar program Dekranasda, TP-PKK, dan TP Posyandu dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pembahasan turut mencakup enam prioritas penguatan Posyandu, yakni penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas pelayanan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), penguatan pembinaan, percepatan registrasi Posyandu, peningkatan kapasitas kader, serta percepatan transformasi digital melalui Sistem Informasi Posyandu (SIP).
Usai mengikuti kegiatan, Jacinta menyampaikan bahwa rapat nasional tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarlembaga dan perangkat daerah dalam menjalankan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui rapat ini, kami mendapat penguatan terkait arah kebijakan nasional, perencanaan program, serta dukungan penganggaran bagi Dekranasda, TP-PKK, dan TP Posyandu. Hal ini menjadi bekal bagi kami untuk memperkuat koordinasi dan menindaklanjuti program di Kota Bitung,” ujar Jacinta.
Ia berharap hasil rapat tersebut dapat menjadi acuan bagi jajaran pengurus dan perangkat daerah terkait dalam meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu, memperkuat pemberdayaan keluarga, serta mengembangkan kerajinan dan potensi UMKM lokal.
Keikutsertaan Kota Bitung dalam kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam mendukung enam SPM Posyandu, meningkatkan peran TP-PKK dalam pemberdayaan keluarga, serta mendorong Dekranasda sebagai wadah pengembangan kreativitas dan ekonomi kerajinan daerah.
Melalui penguatan tata kelola dan sinergi program tersebut, Kota Bitung diharapkan terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. (f**)














