RSOL/RakyatSulutOnline.com, BITUNG — Kabar hilangnya puluhan sak beras bantuan menghebohkan warga di Kelurahan Bitung Timur, Kota Bitung. Sebanyak 81 sak beras bantuan yang sebelumnya tersimpan di kantor kelurahan dilaporkan raib.
Peristiwa tersebut diketahui pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 06.45 WITA, ketika petugas piket datang ke kantor kelurahan.
Setibanya di kantor, petugas menemukan sejumlah kejanggalan, mulai dari bagian belakang kantor yang terbuka, kunci ruangan penyimpanan yang diduga dicongkel, hingga kaca bagian belakang kantor di area toilet yang telah dicabut.
Lurah Bitung Timur, Syarifudin Takahindangeng, S.Sos., mengatakan, sebelum kejadian terdapat 938 sak beras bantuan yang tersimpan di kantor kelurahan. Namun setelah dilakukan pengecekan, sebanyak 81 sak dinyatakan hilang.
Untuk jam berapa kejadiannya, saya tidak tahu pasti. Tetapi saat petugas piket datang sekitar pukul 06.45 WITA, bagian belakang dan samping kantor sudah terbuka,” ujar Syarifudin.
Pemeriksaan awal di lokasi kemudian menemukan sejumlah kondisi yang diduga berkaitan dengan masuknya pelaku.
Ruangan penyimpanan beras ditemukan dalam kondisi terbuka. Bagian kunci diduga telah dicongkel. Sementara pada bagian belakang kantor, tepatnya di area toilet, kaca disebut telah dicabut. Dari kondisi tersebut, pihak kelurahan menduga akses masuk dilakukan melalui bagian belakang bangunan.
Dugaan sementara, pelaku masuk dari belakang, tepatnya di bagian toilet. Kacanya dicabut dan mereka masuk dari pintu belakang,” jelas Syarifudin.
Hilangnya bantuan pangan tersebut kini menjadi perhatian, mengingat beras tersebut merupakan bantuan yang diperuntukkan bagi masyarakat.
Setiap penerima mendapat 10 kilogram per sak, jadi untuk total beras yang hilang mencapai sekitar 810 kilogram.
Jumlah tersebut tentu bukan sedikit. Hilangnya ratusan kilogram beras bantuan sekaligus membuat pengamanan lokasi penyimpanan dan bagaimana akses ke kantor bisa terbuka menjadi bagian penting yang kini perlu diungkap.
Pihak kelurahan pun tidak menunggu lama. Laporan resmi telah dibuat ke Polsek Maesa.
Karena ini kehilangan beras di kantor lurah dan saya selaku lurah merupakan penanggung jawab di kelurahan, kami sudah melaporkan ke Polsek Maesa. Tanda terima laporan juga sudah kami terima”, ucap Syarifudin.
Informasi kehilangan tersebut juga telah disampaikan pihak kelurahan kepada Bulog, sekaligus menyerahkan bukti laporan kepolisian dan video yang memperlihatkan kondisi kantor setelah kejadian.
Sekitar pukul 13.00 WITA, pihak Bulog mendatangi Kantor Kelurahan Bitung Timur untuk melakukan pengecekan sekaligus meminta keterangan terkait hilangnya beras bantuan tersebut.
Sementara itu, Kapolsek Maesa AKP Darus Tuegeh, S.Sos., membenarkan adanya laporan kehilangan tersebut.
Pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap bagaimana 81 sak beras tersebut bisa keluar dari kantor kelurahan.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Besok pagi kami akan turun langsung melakukan olah TKP untuk mengungkap kronologi kejadian dan mencari petunjuk terkait hilangnya beras tersebut,” tegas AKP Darus.
Olah tempat kejadian perkara diharapkan dapat menjawab sejumlah pertanyaan penting dalam kasus ini, termasuk jalur masuk pelaku, waktu kejadian, cara membuka ruang penyimpanan, hingga bagaimana 81 sak beras dengan total sekitar 810 kilogram tersebut dibawa keluar dari kantor kelurahan.
Syarifudin juga menambahkan, untuk sementara waktu distribusi bantuan ditunda hingga ada perkembangan lebih lanjut dari pihak kepolisian.
Hari ini sebenarnya sudah hari keenam pembagian. Selama lima hari sebelumnya tidak ada masalah dan pembagian berjalan normal. Tetapi hari ini kami pending dulu karena ada kehilangan,” ungkap Lurah Bitung Timur.
Penghentian sementara dilakukan sebagai langkah kehati-hatian agar proses penyaluran bantuan tetap berjalan sesuai ketentuan.
Kami berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap kasus ini, sehingga pelakunya bisa diketahui dan ditangkap,” pungkas Syarifudin. (fik)














