Rakyatsulut, Manado– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat kritik tajam dan masukan dari Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Sorotan tersebut mencuat menyusul adanya dugaan korupsi dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025–2026.
“Sekali lagi kami tidak pernah menolak program-program apapun ketika itu baik untuk rakyat. Kalau itu baik untuk rakyat, tidak mungkin kita tolak,” tegas Adian Napitupulu di Wale Ne Tou, Kelurahan Wewelen, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Jumat (25/9/2026) sore.
Selain memberikan catatan kritis, Punggawa Komisi X DPR RI itu juga meminta pemerintah untuk melakukan perbaikan menyeluruh pada tata kelola program MBG serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Langkah ini diambil demi memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Masalahnya adalah apakah cara pengelolaannya sudah benar, sudah tepat sasaran, kemudian tidak ada korban-korban yang berjatuhan karena keracunan,” beber Pria kelahiran Manado 9 Januari 1971 itu.
Dihadapan ribuan kader partai moncong putih dibumi nyiur melambai, Wakil Sekretaris Jendral DPP PDIP Bidang Komunikasi tersebut meminta pembenahan dari dua program strategis Presiden Prabowo Subianto itu agar bisa berjalan lebih tepat sasaran, efektif, efisien, serta terbebas dari praktik korupsi.
Langkah tegas ini dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional. (Ras)














