Ziarah ke Makam Mantan Wali Kota, Pemkot Bitung Kenang Jejak Para Pendahulu

banner 120x600

RSOL/RakyatSulutOnline.com, BITUNG — Menjelang usia ke-36, Pemerintah Kota Bitung tidak hanya menatap masa depan, tetapi juga menoleh sejenak ke belakang, mengenang para pemimpin yang pernah meletakkan fondasi perjalanan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Wali Kota Bitung Hengky Honandar, SE., didampingi Ketua TP-PKK Kota Bitung Ny. Ellen Honandar Sondakh, SE., melakukan ziarah ke sejumlah makam mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-36 Kota Bitung yang akan diperingati pada 10 Oktober 2026 mendatang.

Ziarah ini ditandai dengan tabur bunga, sebagai momentum untuk mengenang jasa dan pengabdian para pendahulu yang telah mengambil bagian dalam perjalanan panjang Kota Bitung.

Sejumlah nama yang menjadi bagian penting dalam sejarah kepemimpinan Kota Bitung di antaranya;

W. A. Worang, yang menjabat pada 1975–1979 sebagai pejabat kepala daerah/pemerintahan pada masa awal pembentukan.

Drs. K. L. Senduk (Karel Lasut Senduk) menjabat sebagai Wali Kota Administratif Bitung periode (1979-1986)

Sinyo Harry Sarundajang, yang memimpin sebagai Wali Kota Administratif pada 1986–1990 dan kemudian sebagai Wali Kota otonom pada 1990–2000.

Milton Kansil, S.E. tercatat memimpin Kota Bitung pada periode (2000–2005)

Drs. Max Lumintang, PJ Wali Kota Bitung masa bakti 22 Agustus 2005 – 20 Februari 2006

Hanny Sondakh Wali Kota Bitung periode (2006-2016)

Kolonel (Purn.) Cornelis Supit sebagai Wakil Wali Kota periode (2000-2005)

Robert K. Lahindo, SH., MSi., menjadi salah satu tokoh yang pernah mengemban amanah sebagai Wakil Wali Kota Bitung pada periode 2006–2011.

Jejak para pemimpin tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah perkembangan Kota Bitung hingga menjadi daerah yang terus bertumbuh seperti saat ini.

Bagi Pemerintah Kota Bitung, ziarah bukan sekadar kegiatan seremonial menjelang Hari Ulang Tahun, tetapi momentum tersebut juga menjadi bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus pengingat bahwa pembangunan yang berlangsung hari ini merupakan bagian dari perjalanan panjang yang dibangun dari satu kepemimpinan ke kepemimpinan berikutnya.

Di usia ke-36 Kota Bitung, semangat mengenang sejarah tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk terus melanjutkan pembangunan, menjaga kesinambungan pemerintahan, serta memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat.

Dari makam para pendahulu, Kota Bitung kembali mengingat dari mana perjalanan ini dimulai dan ke mana pembangunan akan terus diarahkan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, sejumlah Kepala Perangkat Daerah (KPD), serta para Camat. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *