BRI Kotamobagu Gandeng BPS Boltim, Perkuat Strategi Kredit Berbasis Data

banner 120x600

RSOL, Rakyat Sulut- BOLTIM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Kotamobagu terus memperkuat sinergi kelembagaan dengan instansi vertikal guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kali ini, BRI Kotamobagu menjalin koordinasi strategis dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Rabu (4/11/2026).

Rombongan BRI Cabang Kotamobagu diterima langsung Kepala BPS Boltim, Abdullah Kango, S.Si., M.M., di Kantor BPS Boltim, Tutuyan.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian safari sinergi kelembagaan BRI Kotamobagu bersama Forkopimda dan instansi vertikal di wilayah Bolaang Mongondow Raya. Sebelumnya, BRI juga telah melakukan kunjungan ke Polres dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Boltim.

Dalam pertemuan itu, BPS Boltim memaparkan sejumlah indikator penting perekonomian daerah, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,13 persen pada 2026, tingkat inflasi, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), hingga pemetaan potensi UMKM dan komoditas unggulan di setiap kecamatan.

Informasi tersebut dinilai penting bagi BRI dalam menyusun strategi penyaluran pembiayaan, khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Usaha Kecil, serta program pemberdayaan masyarakat seperti Desa BRILiaN, Klasterkuhidupku, dan AgenBRILink.

Melalui pemanfaatan data yang akurat, BRI dapat mengidentifikasi sektor usaha potensial, menentukan wilayah prioritas pembiayaan, sekaligus memetakan daerah yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut.

Sinergi ini juga diarahkan untuk mendukung program nasional, termasuk percepatan penyaluran kredit perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) serta penyaluran bantuan sosial melalui penguatan akurasi dan sinkronisasi data antarlembaga.

Pemimpin Cabang BRI Kotamobagu, Cepi Epianto, mengatakan bahwa penyaluran kredit saat ini harus didasarkan pada data yang valid dan terkini agar pembiayaan benar-benar memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.

“Kami datang ke BPS Boltim untuk memastikan kompas kami benar. Di BRI, kami punya prinsip, kredit harus tumbuh berkualitas, bukan hanya tumbuh besar. Data dari tim BPS Boltim adalah kompasnya, sehingga dari data tersebut, kami tahu, di Modayag ada potensi peternakan, di Tutuyan ada potensi perikanan dan UMKM pesisir. Jadi KUR kami bisa tepat sasaran,” ujar Cepi.

Ia berharap kerja sama tersebut tidak hanya sebatas pertemuan kelembagaan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program konkret dan berkelanjutan.

Menurutnya, terdapat tiga hal yang menjadi harapan BRI dalam penguatan kolaborasi tersebut. Pertama, pertukaran informasi perkembangan ekonomi Boltim secara triwulanan agar strategi penyaluran kredit tetap sesuai dengan kondisi daerah.

Kedua, kolaborasi literasi data bagi para Mantri BRI yang setiap hari berinteraksi langsung dengan pelaku UMKM. Ketiga, bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi Boltim agar tetap berada di atas angka 5 persen.

Bagi BRI, akurasi data menjadi salah satu kunci penting dalam memastikan pembiayaan tepat sasaran. Dengan demikian, UMKM dapat berkembang, peluang lapangan kerja semakin terbuka, dan upaya pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih optimal.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen memperkuat pertukaran data serta rencana pelaksanaan Forum Koordinasi Ekonomi Daerah yang melibatkan BRI, BPS, dan Pemerintah Kabupaten Boltim dalam waktu dekat. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *