RSOL/rakyatsulutonline.com, BITUNG — Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Ellen Honandar Sondakh SE., bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung terus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah rumah tangga melalui kegiatan pelatihan pembuatan Kompos, yang berlangsung di Kantor Lurah Manembo-nembo Atas, Rabu (21/5/2026).
Memasuki hari ketujuh, pelatihan pengolahan sampah organik menjadi kompos yang digagas Tim Penggerak PKK Kota Bitung bersama Dinas Lingkungan Hidup terus menunjukkan dampak positif di tengah masyarakat.
Semangat peduli lingkungan semakin kuat digaungkan hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan.
Ketua TP PKK Ny. Ellen Honandar Sondakh dalam sambutannya menegaskan, pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga melalui kegiatan pelatihan pembuatan kompos dari sampah rumah tangga.
“Hal ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah bersama PKK dalam menekan volume sampah rumah tangga di Kota Bitung melalui pengolahan limbah organik menjadi kompos yang bermanfaat”, ujarnya.
Ia juga megatakan, hari ini merupakan hari ketujuh pelatihan pengolahan sampah organik menjadi kompos. Program ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama atau MoU antara Dinas Lingkungan Hidup dan Tim Penggerak PKK Kota Bitung, khususnya Pokja III, dalam upaya pengurangan sampah rumah tangga melalui pengolahan limbah organik menjadi kompos.
Selain itu, persoalan sampah di Kota Bitung menjadi perhatian serius karena volume sampah harian yang mencapai sekitar 100 hingga 120 kubik per hari terus membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Ellen Honandar Sondakh juga menjelaskan bahwa sampah rumah tangga terbagi dalam tiga jenis, yakni sampah organik, anorganik, dan B3 (bahan berbahaya dan beracun). Namun dalam pelatihan ini, fokus utama diarahkan pada pengolahan sampah organik seperti sisa sayuran, kulit buah, daun kering, hingga limbah dapur yang dapat diolah menjadi pupuk kompos.
“Langkah awal yang paling penting adalah membiasakan pemilahan sampah dari rumah tangga. Dengan memilah sampah, kita membantu mengurangi pencemaran lingkungan, mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” ungkapnya.
Dengan penuh keakraban, Ellen juga mengajak masyarakat, termasuk kaum pria, untuk ikut terlibat dalam pengelolaan sampah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak berguna, ternyata dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman dan penghijauan lingkungan. Menurutnya, upaya sederhana dari rumah dapat memberikan dampak besar bagi kebersihan dan keberlanjutan lingkungan di Kota Bitung.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Ellen juga menekankan, peran strategis TP PKK dalam mengedukasi keluarga dan masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih, serta berharap kegiatan pelatihan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi benar-benar diterapkan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
Secara khusus, ia mengajak seluruh kader PKK di Kelurahan Manembo-nembo atas sebagai
pelopor pengurangan sampah rumah tangga dan motor penggerak kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kiranya melaui kegiatan ini, kita dapat mempraktekkan agar supaya dapat menciptakan kebiasaan dalam menjaga lingkungan bersih, dan nyaman bagi generasi mendatang”, ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Matuari, Roy Tatamang, mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas kehadiran Ketua TP PKK Kota Bitung bersama jajaran
dalam kegiatan pelatihan pembuatan kompos hari ini kepada masyarakat di Kelurahan Manembo-nembo Atas.
“Kami TP PKK Kecamatan Matuari bersama masyarakat Kelurahan Manembo-nembo Atas, mengucapkan terimakasih kepada Ketua TP PKK Ny. Ellen Honandar Sondakh bersama rombongan yang telah menghadiri sekaligus mendukung pelatihan pembuatan kompos. Kirannya kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah,” pungkasnya. (fik)















