RSOL/RakyatSulutOnline.com,BITUNG – Siap naik pelaminan belum tentu siap menjalani kehidupan rumah tangga. Karena itu, sebelum memasuki fase baru sebagai pasangan suami istri, dua calon pengantin di Kota Bitung mendapat bekal penting dari Ketua TP-PKK Kota Bitung Ny. Ellen Honandar Sondakh, S.E.
Pesan Ellen sederhana, namun menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga: saling memahami, saling menghargai dan membangun komunikasi yang baik.
Pesan tersebut disampaikan Ellen Honandar Sondakh saat memberikan pembekalan kepada dua calon pengantin, Reynalti Harikase dan Adrianti Kirana Sadia, di Ruang TP-PKK Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Senin (14/9/2026).
Istri Walikota Bitung ini juga mengingatkan, pernikahan bukan hanya tentang mempersiapkan acara dan prosesi menuju pelaminan. Jauh lebih penting, pasangan harus benar-benar mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang penuh tanggung jawab.
Menurutnya, kehidupan berumah tangga membutuhkan kerja sama dan kepedulian dari kedua pasangan. Tidak boleh hanya satu pihak yang memahami dan memperhatikan kebutuhan pasangannya.
Jadilah pasangan suami istri yang baik, saling menghargai dan saling memahami. Apa yang dibutuhkan suami harus diperhatikan, begitu juga sebaliknya,” pesan Ellen Sondakh.
Ia menilai, komunikasi menjadi salah satu kunci untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Ketika pasangan mampu terbuka, saling mendengar dan memahami kebutuhan satu sama lain, berbagai persoalan dalam kehidupan keluarga dapat dihadapi bersama.
Ketua TP PKK Ellen Honandar Sondakh juga mengingatkan agar calon pengantin memahami bahwa kehidupan setelah pernikahan akan menghadirkan tanggung jawab baru. Karena itu, kesiapan membangun keluarga harus menjadi perhatian sejak sebelum pasangan mengucapkan janji pernikahan.
Pembinaan tersebut menjadi bagian dari perhatian TP-PKK Kota Bitung dalam memberikan bekal kepada calon pengantin agar lebih siap memasuki kehidupan berkeluarga.
Bagi Ellen, keluarga yang harmonis tidak hanya dibangun dengan rasa cinta, tetapi juga dengan komunikasi, penghargaan dan kesediaan untuk saling memahami dalam menjalani kehidupan bersama. (fik)














