RSOL/RAKYATSULUTONLINE, BITUNG – Cabang olahraga Muaythai di Kota Bitung, Sulawesi Utara, resmi memasuki fase baru setelah terbentuknya kepengurusan yang sah dan siap mendorong pembinaan atlet hingga ke level internasional.
Penetapan Richaed Mamuntu sebagai Ketua Muaythai Kota Bitung dilakukan dalam Musyawarah Provinsi Luar Biasa yang berlangsung di Graha Gubernur Sulawesi Utara, Senin (4/5/2026). Dalam agenda tersebut, Surat Keputusan (SK) kepengurusan diserahkan langsung oleh Ketua Muaythai Sulawesi Utara, Gladis Mangundap.
Dalam keterangannya, Richaed yang sering disapa ical menegaskan bahwa fokus utama kepemimpinannya adalah membangun karakter atlet sejak usia dini, tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga mental.
”Muaythai bukan sekadar olahraga fisik. Ini tentang membentuk mental, disiplin, dan daya juang anak-anak muda agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan,” ujarnya.
Ical juga menegaskan langkah cepat yang akan diambil kepengurusan baru dengan langsung menargetkan ajang internasional sebagai panggung awal atlet Bitung.
”Kami tidak ingin berjalan lambat. Atlet Bitung sudah kami siapkan untuk tampil di IFMA Muaythai World Championship di Kuala Lumpur pada Juni mendatang,” katanya.
Menurutnya, keikutsertaan tersebut bukan sekadar partisipasi, melainkan membawa misi prestasi.
”Ini bukan hanya ikut bertanding, tapi kami ingin membawa nama Bitung dan Indonesia dengan hasil terbaik,” tegasnya.
Selain penetapan ketua, struktur kepengurusan Muaythai Kota Bitung juga telah terbentuk secara lengkap. Salah satu figur yang turut bergabung adalah Mario Mamuntu, S.AB, yang dikenal sebagai tokoh pemuda Sulawesi Utara asal Kota Bitung dengan pengalaman luas dalam pengembangan dan pencarian bakat atlet.
Mario dikenal aktif mendorong pembinaan atlet dari level akar rumput hingga profesional, serta memiliki kedekatan dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk Forkopimda. Ia juga berperan dalam menyukseskan berbagai kegiatan olahraga, termasuk ajang Kapolres Cup di Kota Bitung.
Ia juga menilai bahwa kolaborasi lintas elemen menjadi kunci dalam membangun ekosistem olahraga yang kuat di daerah.
“Kami ingin Muaythai benar-benar hidup di tengah masyarakat. Pembinaan harus dimulai dari bawah, dari komunitas hingga ke tingkat profesional,” ujar Mario, Rabu (6/5/2026).
Ia juga menambahkan, selama ini banyak potensi atlet yang lahir dari lingkungan non-formal yang perlu mendapatkan perhatian serius.
Bakat-bakat dari jalanan hingga komunitas sudah terbukti bisa menembus level profesional. Itu yang akan terus kami dorong dan kembangkan,” lanjutnya.
Mario optimistis, dengan dukungan semua pihak, Bitung dapat menjadi salah satu pusat lahirnya atlet Muaythai berprestasi di Sulawesi Utara.
”Dengan sinergi yang kuat, saya yakin Bitung bisa menjadi lumbung atlet Muaythai yang diperhitungkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Muaythai Sulawesi Utara, Gladis Mangundap, mengapresiasi terbentuknya kepengurusan baru di Kota Bitung. Ia menilai langkah ini sebagai kemajuan penting dalam pengembangan Muaythai di daerah.
”Ini adalah langkah maju bagi Muaythai di Sulawesi Utara. Bitung memiliki potensi besar, dan sekarang sudah didukung oleh struktur organisasi yang siap bekerja,” ujarnya.
Gladis juga mengungkapkan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Sulawesi Utara untuk tampil di ajang dunia, termasuk keterlibatan atlet asal Bitung.
”Kami mendapat kepercayaan untuk mengirim atlet ke IFMA Muaythai World Championship, salah satunya Wulan Joseph dari Bitung. Ini momentum penting karena atlet kita akan bersaing dengan yang terbaik dari seluruh dunia,” jelasnya.
Dengan kepengurusan yang solid dan target yang jelas, Muaythai Bitung diharapkan mampu mencetak atlet-atlet berprestasi sekaligus mengharumkan nama daerah dan Indonesia di kancah internasional. (fik)
















