KPK ‘bergerilya’, Megawati Beri Ultimatum

banner 120x600

Rakyatsulut, Minahasa— Peringatan keras terhadap persoalan korupsi dilontarkan langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) saat pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan Pengurus Anak Cabang (PAC), Pengurus Ranting, serta Badan dan Sayap Partai se-Provinsi Sulawesi Utara.

“Pilihannya cuma dua, berhenti sendiri atau pecat. Kalau pecat, saya langsung yang akan pecat,” tegas Megawati Sukarnoputri di Wale Ne Tou, Kelurahan Wewelen, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa pada Jumat (25/9/2026) sore.

Mantan Presiden kelima itupun tak menampik banyaknya laporan yang masuk terkait target operasi dari lembaga ‘antirasuah’ di Indonesia.

“Bagian pengacara suka banyak laporan, ‘Bu yang ini udah mau ditarget Bu’. ‘Bu, yang ini udah mau…’ ‘Iya saya udah tahu’. Tinggal diikutin aja. Suruh dia berhenti. Kalau nggak berhenti pasti diterusin.” ujar Megawati.

Ia mengingatkan seluruh kader agar tidak menyalahgunakan jabatan maupun kepercayaan yang telah diberikan. Terlebih, setelah mengucapkan janji jabatan, setiap kader dituntut menjaga integritas serta menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

“Jangan korupsi. Sebab jika terbukti, kursi jabatan bukan menjadi tameng. Pemecatan menanti langsung dari ketua umum,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Bolaang Mongondow Utara terkait dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Sirajudin Lasena yang pernah diusung partai berlambang moncong putih dalam Pemilihan umum Bupati Bolaang Mongondow Utara 2024 itu ditangkap bersama 14 orang lainnya dengan barang bukti senilai Rp 130 juta.

‎”Benar, sedang ada ‘kegiatan’ di lapangan,” singkat Ketua KPK RI Setyo Budianto saat dikonfirmasi via Whatsappnya. (Ras)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *