Rakyatsulut, Manado– Antrean panjang akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di berbagai daerah bukan hanya melanggar hak masyarakat untuk mendapatkan BBM, melainkan juga dapat mengancam pertumbuhan ekonomi di daerah.
“Saya satu-satunya wakil rakyat yang dipercayakan duduk di Komisi VI DPR-RI, masyarakat mulai menjerit akibat kelangkaan BBM baik solar maupun pertalite. Meskipun sempat dibersihkan, tapi belum lama ini saya kembali menyaksikan langsung dan mengabadikannya,” ujar Christiany Eugenia Paruntu saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pertamina di Jakarta belum lama ini.
Mantan Bupati Minahasa Selatan (Minsel) dua periode itu juga menilai BBM merupakan sarana vital penggerak roda ekonomi di suatu daerah, serta meminta kepada pihak pertamina memastikan pasokan stok yang stabil dan berkesinambungan untuk menjadi prasyarat utama.
“Pemerintah dan Pertamina perlu memperhatikan proses distribusi yg sesuai, memastikan ketersediaan BBM dari hulu hingga hilir, serta tentunya perlu evaluasi agar kejadian ini tak terjadi berulang,” tandasnya. (Ras)












