Buka Mata! Tak Hanya di Pasar, Pemprov Sulut Diminta Atasi Kelangkaan BBM Hingga Keamanan Malam Hari

banner 120x600

Rakyatsulut, Manado– Meski Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) bergerak cepat merespons lonjakan harga cabai rawit (rica) yang sempat menembus angka Rp200.000 per kilogram menjadi Rp57.000 per kilogram, masih terdapat Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan oleh Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay.

Pemandangan tak lazim kembali menunjukkan lautan antrean terjadi secara merata di berbagai pelosok kota, khususnya pada jalur pengisian BBM jenis Pertalite dan Solar yang mengular hingga puluhan meter memadati bahu jalan di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Ayolah buka mata, Pengendara sepeda motor rela datang mengantre sejak waktu subuh, sedangkan para sopir truk dan bus terpaksa harus bermalam di dalam kendaraan mereka sembari menunggu pasokan BBM tiba, kasihan masyarakat kita semuanya menjerit,” ujar Anggota DPRD Sulawesi Utara Amir Liputo usai rapat paripurna pada Senin (14/09/2026).

Usut punya usut, krisis ini dipicu oleh beberapa akar masalah utama. Salah satunya adalah masih maraknya praktik pelangsiran tangki modifikasi secara ilegal yang belum mampu diatasi hingga kini dan kerap menyebabkan gesekan sosial dimasyarakat.

“Ketegangan pun tak terelakkan pada malam hari akibat senjata tajam dan lebih parahnya lagi ada nyawa sampai harus melayang. Saya kembali meminta adanya operasi khusus serta peningkatan patroli hingga ke lorong-lorong permukiman, nyawa tidak diperjual-belikan diwarung,” tutupnya. (Ras)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *