Perselisihan Berakhir, Ketua Forsa Warkop Tegaskan Masalah Richaed Mamuntu, dan Mario Mamuntu Sudah Selesai

banner 120x600

RSOL/RakyatSulutOnline.com,BITUNG – Perselisihan yang sempat memanas dan menjadi sorotan di media sosial akhirnya dinyatakan selesai.

Ketua Forum Persaudaraan Warung Kopi (Forsa Warkop) Kota Bitung, Harisanto Pasa alias Capt Anto menegaskan, persoalan yang terjadi beberapa hari lalu di kawasan Patung Dotulong telah diselesaikan secara damai bersama Ketua Esa Keter, Richaed Mamuntu, dan saudaranya, Mario Mamuntu.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Forsa Warkop Harisanto Pasa dalam konferensi pers bersama tokoh Agama, dan tokoh masyarakat, pihak terkait, serta seluruh anggota Forsa Warkop yang berlangsung di Bosshe Cafe, Kelurahan Bitung Timur, Kota Bitung, Rabu (16/9/2026) malam.

Ketua Forsa Warkop menyebutkan, pertemuan itu merupakan langkah untuk memastikan persoalan tidak kembali berkembang dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain.

Jadi malam hari ini saya mau sampaikan bahwa kami telah bersepakat dengan kejadian yang kemarin itu. Kami menyatakan bahwa kami sudah tidak ada lagi masalah,” tegasnya.

Menurutnya, perselisihan yang terjadi beberapa hari lalu merupakan kesalahpahaman biasa yang kini telah diselesaikan.

Ia juga menyoroti situasi di media sosial yang menurut informasi yang diterimanya telah berkembang semakin panas. Karena itu, sebagai Ketua Forsa Warkop, dirinya mengambil inisiatif untuk menjalani proses mediasi agar persoalan tersebut benar-benar selesai dengan damai.

Saya sebagai Ketua Forsa Warkop mengambil inisiatif supaya saya bisa dimediasikan dengan saudara Ical Mamuntu supaya permasalahan ini selesai,” ujarnya.

Capt Anto menegaskan bahwa tidak ingin persoalan pribadi tersebut menyeret anggota Forsa Warkop ke dalam konflik yang lebih luas.

Bahkan, ia meminta anggotanya untuk tidak terprovokasi dan tidak membawa kembali persoalan tersebut ke berbagai forum.

Saya tidak akan manfaatin kalian. Jadi saya sangat berterima kasih kepada saudara-saudaraku, rekan-rekan yang ada di Forsa Warkop,” katanya.

Ia juga mengakui, dari persoalan tersebut dirinya justru melihat kuatnya solidaritas dan loyalitas anggota Forsa Warkop. Namun, ia meminta dukungan tersebut tidak diwujudkan dalam bentuk tindakan yang justru memperpanjang masalah.

Berhentilah untuk saya. Saya tidak butuh untuk kalian bela sampai mati. Sebab kalian sudah berkeluarga juga. Perhatikanlah keluarga,” pesannya.

Beliau juga meminta anggota Forsa Warkop yang tidak hadir dalam pertemuan, untuk diberitahu bahwa persoalan tersebut telah selesai. Menurutnya, seluruh anggota harus kembali menjalani aktivitas seperti biasa.

Capt Anto juga mengakui pengalaman tersebut menjadi pembelajaran pribadi sekaligus pembelajaran bagi kelompok. Kedepan, dirinya menyatakan akan lebih berhati-hati dalam mengambil setiap langkah agar tidak terjadi provokasi di antara anggota.

Dari situ saya belajar dari pengalaman ini, saya tidak akan ulangi lagi. Setiap langkah saya akan lebih hati-hati lagi, dan jangan sampai ada terprovokasi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang dinilai telah proaktif membantu proses penyelesaian persoalan tersebut, termasuk jajaran Polres Bitung yang telah mengambil bagian dalam proses mediasi antara pihaknya dengan Richaed Mamuntu dan Mario Mamuntu.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistiyo Nugroho, Kasat Intelkam dan KBO Intelkam atas upaya yang dilakukan sehingga kedua pihak dapat dipertemukan melalui proses mediasi.

Menurut Capt Anto, proses mediasi tersebut menjadi ruang bagi kedua pihak untuk menyelesaikan persoalan dan kemudian mencapai kesepakatan damai.

Terima kasih kepada jajaran Polres Bitung, Kapolres AKBP Arie Sulistiyo Nugroho, Kasat Intelkam dan KBO Intelkam atas upaya yang sudah dilakukan sehingga kami bersama Richaed Mamuntu dan Mario Mamuntu boleh dimediasi sehingga boleh berdamai,” ungkapnya.

Ia berharap pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih mengedepankan komunikasi, menahan diri dan menjaga persaudaraan.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Bitung IPTU Christian Witer P. Pardede, S.H., M.H didampingi KBO Intelkam, yang turut hadir dalam konferensi pers tersebut, menyampaikan permohonan maaf karena Kapolres Bitung berhalangan hadir karena terdapat sejumlah kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan.

Namun, Kapolres menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Capt. Anto, Richaed Mamuntu dan Mario Mamuntu yang bersedia menyingkirkan ego masing-masing demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Bitung.

Intinya, Kapolres menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kedewasaan dan ketokohan dari Cap Anto maupun Bapak Ical maupun Bapak Mario, ternyata mampu dalam mediasi menyingkirkan ego masing-masing dan mengedepankan akal sehat demi kebaikan Kota Bitung,” ujarnya.

Kasat Intelkam menjelaskan, kedua pihak bersedia mengikuti proses mediasi dan melakukan introspeksi terhadap persoalan yang telah terjadi. Kepolisian berharap semua pihak menyadari bahwa terdapat kepentingan yang lebih besar yang harus dijaga bersama, yakni situasi Kamtibmas Kota Bitung.

Dengan Kamtibmas yang aman, masyarakat bisa beraktivitas dengan normal, terutama kegiatan mencari nafkah demi kehidupan masyarakat Kota Bitung itu sendiri,” katanya.

Melalui kesepakatan tersebut, seluruh pihak diharapkan kembali menjalani aktivitas seperti biasa dan bersama-sama menjaga suasana Kota Bitung tetap aman dan kondusif. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *