Jaga Transparansi Akademik, Dekan FISH Unima Topang Program Rektor Berantas Pungli

Dekan FISH Unima Prof. Dr. Theodorus Pangalila, S.Fils, SH, M.Pd./ist
banner 120x600

Rakyat Sulut, Minahasa — Demi memberikan pelayanan prima kepada mahasiswa. Pasalnya, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Manado (Unima) komitmen terhadap pemberantasan Pungutan Liar (Pungli) di lingkungan fakultas.

Dekan FISH Unima Prof. Dr. Theodorus Pangalila, S.Fils, SH, M.Pd menegaskan bahwa pihaknya tegak lurus dengan program Rektor Unima untuk memberantas Pungli.

“Setiap rapat, saya selalu mengingatkan kepada dosen dan pegawai untuk tidak melakukan segala bentuk praktik Pungli. Kami juga selalu konsisten memberikan pelayanan terbaik,” ujar Dekan FISH Unima kepada Rakyat Sulut (Grup, Rakyatsulutonline.com) Sabtu sore (26/9/2026).

Dia juga menuturkan bahwa dirinya selaku dekan tidak mentolelir praktik Pungli. Untuk itu, jika terbukti melakukan praktik Pungli pasti akan ditindak keras.

“Kalau terbukti ada oknum pegawai maupun dosen melakukan praktik Pungli. Pasti akan diberikan sanksi tegas,” jelasnya.

Dia memberikan studi kasus dugaan praktik Pungli beredar di lingkup FISH Unima belum lama ini. Seperti dikatakannya, ada salah satu oknum dosen dikabarkan meminta sejumlah uang kepada mahasiswa dalam proses pengunggahan berita acara ujian komprehensif dan Letter of Acceptance (LoA) atau surat penerimaan naskah publikasi jurnal sebagai bagian dari tahapan penyelesaian studi.

“Saya langsung panggil oknum dosen terkait, dan juga kasus ini pun sudah diklarifikasi di level fakultas dan Satuan Pengawasan Internal (SPI) di tingkat rektorat. Meskipun rumornya nominal punggutan bervariasi Rp 15.000 sampai Rp 25.000,” bebernya.

Bahkan, lanjut Prof Theo sapaan akrabnya, dirinya juga langsung memutuskan tugas dan kewenangan pengunggahan berita acara ujian komprehensif dan Letter of Acceptance (LoA) prosesnya langsung diambil alih oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik.

“Prinsipnya, kami akan tetap dan konsisten terhadap pemberantasan praktik Pungli. Sebab, ini soal menjaga integritas, moral dan transparansi akademik,” kunci Pangalila.(but)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *