Poopo–Upai Deklarasi Damai, Weny Gaib dan Yusra Alhabsyi Serukan Persaudaraan

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; module: j; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Hdr; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 302.8089; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
banner 120x600

RSOL, Rakyat Sulut – BOLMONG — Setelah melalui rangkaian upaya penyelesaian konflik, masyarakat Desa Poopo dan Kelurahan Upai akhirnya meneguhkan komitmen perdamaian, melalui Deklarasi Damai yang digelar di Aula Desa Poopo Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Rabu (30/9/2026).

Deklarasi tersebut dihadiri langsung Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M., bersama Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi, S.E., M.Si., serta jajaran Forkopimda dan pemerintah daerah dari kedua wilayah.

Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi mengatakan, deklarasi tersebut merupakan bagian dari proses yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, bersama Pemerintah Kota Kotamobagu untuk memastikan seluruh pihak memiliki komitmen yang sama dalam menjaga perdamaian.

“Ini merupakan bagian dari proses yang dilakukan oleh Pemerintah Bolaang Mongondow, dan Pemerintah Kota Kotamobagu untuk memastikan bahwa kita semua sepakat untuk berdamai,” ujar Yusra.

Menurutnya, peristiwa yang telah terjadi harus menjadi pembelajaran bersama. Pemerintah, kata dia, berharap masyarakat Poopo dan Upai dapat kembali hidup berdampingan dalam suasana aman, damai dan penuh kekeluargaan.

“Saya berharap ini menjadi kejadian yang terakhir. Kepada semua pihak yang bertikai, saya mengajak untuk saling memaafkan. Saya mengingatkan agar kejadian ini tidak pernah terulang kembali,” tegasnya.

Yusra juga mengajak seluruh pihak, bersama Wali Kota Kotamobagu, Wakil Wali Kota Kotamobagu dan Forkopimda, untuk menjaga perdamaian yang telah dibangun.

Sementara itu, Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib menegaskan bahwa masyarakat, di wilayah tersebut sejak dahulu memiliki hubungan persaudaraan yang kuat.

“Wilayah ini dari dahulu adalah bersaudara. Saya sendiri memiliki banyak saudara di Poopo. Karena itu, kita semua adalah saudara, dan persaudaraan ini harus terus kita jaga bersama,” kata Weny.

Ia berharap momentum deklarasi menjadi titik penting, untuk mempererat kembali hubungan kekeluargaan antara masyarakat Poopo dan Upai, sekaligus menciptakan suasana yang aman dan damai.

“Saya sangat berharap agar tidak ada lagi pertikaian. Mari kita bersama-sama memperkuat persaudaraan, saling menghargai, serta bersama-sama menjaga keamanan, kedamaian dan kerukunan,” ujarnya.

Weny menegaskan, perdamaian yang telah dibangun tidak berhenti pada deklarasi, tetapi harus dijaga dan dipelihara oleh seluruh masyarakat.

“Perdamaian yang telah kita bangun hari ini, harus kita jaga dan pelihara bersama,” tegasnya.

Deklarasi Damai tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat, S.H., M.H., Dandim 1303 Bolaang Mongondow Letkol. Inf. Manashe Lomo, S.H., M.I.P., Wakapolres Kotamobagu Kompol. Romel Pontoh, S.I.P., M.A.P., serta perwakilan Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri Kotamobagu.

Hadir pula Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu Sofyan Mokoginta, S.H., M.E., para pimpinan OPD Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow dan Pemerintah Kota Kotamobagu, staf khusus kepala daerah, Camat Passi Timur Serlinda Serdy Lengkong, S.P., Camat Kotamobagu Utara Kusnadi Pobela, S.Pd., S.E., M.Pd., jajaran Pemerintah Desa Poopo dan Kelurahan Upai, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan masyarakat kedua wilayah. (**/jux)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *