RSOL, Rakyat Sulut – Kabar gembira bagi warga Provinsi Gorontalo. Pasalnya, upaya Gubernur Gorontalo memperjuangkan kebutuhan peternak daerah membuahkan hasil.
Buktinya, melalui paparan langsung kepada Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, harga tebus jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram, dengan alokasi sebanyak 1.124 ton untuk mendukung kebutuhan peternak.
Kebijakan ini menjadi angin segar bagi para peternak, khususnya peternak ayam, yang selama ini menghadapi tekanan biaya produksi akibat tingginya harga jagung sebagai bahan baku utama pakan. Sebelumnya, harga jagung untuk kebutuhan pakan sempat mencapai Rp7.000 per kilogram, sehingga menambah beban biaya operasional dan berpotensi memengaruhi keberlangsungan usaha peternakan.
Kebijakan ini menjadi angin segar bagi para peternak, khususnya peternak ayam, yang selama ini menghadapi tekanan biaya produksi akibat tingginya harga jagung sebagai bahan baku utama pakan. Sebelumnya, harga jagung untuk kebutuhan pakan sempat mencapai Rp7.000 per kilogram, sehingga menambah beban biaya operasional dan berpotensi memengaruhi keberlangsungan usaha peternakan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Muljady Mario, mengatakan penetapan harga tebus SPHP jagung tersebut merupakan langkah penting dalam membantu peternak memperoleh bahan baku pakan dengan harga yang lebih terjangkau.
“Dengan harga tebus Rp5.500 per kilogram dan alokasi 1.124 ton, kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban peternak yang sebelumnya menghadapi harga jagung hingga Rp7.000 per kilogram. Ini menjadi salah satu bentuk dukungan nyata untuk menjaga keberlangsungan usaha peternakan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Gorontalo,” pungkas Muljady.(*mra)














