Cegah Stunting Sejak Dini, Pemkot Bitung Gencarkan Pelatihan dan Edukasi Gizi Lewat DASHAT

banner 120x600

RSOL/RakyatSulutOnline.com, BITUNG – Pemerintah Kota Bitung melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) terus memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui pelatihan dan edukasi gizi dalam program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kampung Keluarga Berkualitas, Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, Senin (19/10/2026), dengan fokus pada peningkatan pengetahuan keluarga mengenai pemenuhan gizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan pemberdayaan keluarga, sekaligus mendorong penerapan pola konsumsi sehat guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala DPPKB Kota Bitung, Dr. Ir. Haidy Malingkas, M.Si., Ketua Pokja IV TP-PKK Kota Bitung, dr. Ny. Angela Wantah-Sengke, bersama jajaran, Camat Maesa Fatmawaty Soleman, S.STP., serta Lurah Bitung Timur, Syarifudin Takahindangeng, S.Sos.

Kehadiran warga setempat dalam mengikuti kegiatan ini, yang didominasi oleh ibu rumah tangga, ibu hamil, ibu menyusui, serta tamu undangan, turut menyemarakkan kegiatan sosialisasi edukatif ini dari awal hingga akhir.

Dalam laporannya, Haidy Malingkas menjelaskan bahwa pelatihan dan edukasi gizi melalui DASHAT bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam menyediakan makanan bergizi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan terjangkau.

Penyediaan makanan tersebut diharapkan memenuhi prinsip beragam, bergizi seimbang, dan aman sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya diharapkan memahami pentingnya pemenuhan gizi secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam lingkungan keluarga serta menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada masyarakat sekitar.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh, SE., yang diwakili Ketua Pokja IV TP-PKK Kota Bitung, dr. Ny. Angela Wantah-Sengke, menekankan pentingnya peran keluarga dan kader PKK dalam mendukung pemenuhan gizi serta menjaga kesehatan ibu dan anak.

Menurutnya, upaya pencegahan stunting perlu dilakukan sejak masa kehamilan hingga periode tumbuh kembang anak.Edukasi mengenai gizi keluarga dan pengolahan pangan lokal juga diharapkan membantu masyarakat lebih bijak dalam memilih dan menyediakan makanan sehat sesuai kebutuhan keluarga.

Sambutan Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., disampaikan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Bitung, Drs. K.W. Benny Lontoh, M.A., sekaligus membuka secara resmi kegiatan Pelatihan dan Edukasi Gizi dalam program DASHAT.

Dalam sambutan tersebut, Pemerintah Kota Bitung menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan program DASHAT.

Ia menegaskan bahwa DASHAT bukan sekadar program penyediaan makanan, melainkan juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemenuhan gizi keluarga, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan balita.

Melalui kegiatan ini, para ibu diharapkan memperoleh pengetahuan tambahan tentang cara mengatur pola makan, memilih bahan pangan yang sehat, serta menyusun menu bergizi bagi diri sendiri, anak-anak, dan keluarga,” demikian pesan dalam sambutan tersebut.

Pemerintah Kota Bitung, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat pelayanan kesehatan, pemberdayaan keluarga, serta peran kader PKK dan Posyandu secara berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor juga diharapkan mampu mendorong keterlibatan aktif orang tua dalam menerapkan pola makan sehat di rumah tangga.

Dukungan terhadap percepatan penurunan stunting juga diperkuat melalui peran TP-PKK Kota Bitung, khususnya Pokja IV, yang terus mendorong pendampingan dan edukasi kesehatan bagi masyarakat.

Sejumlah langkah preventif yang perlu diperkuat antara lain pemeriksaan rutin ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita melalui Posyandu setiap bulan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan yang dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) bergizi, serta penerapan kebersihan lingkungan dan sanitasi keluarga.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, kader PKK hingga tingkat lingkungan juga didorong untuk menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga yang membutuhkan perhatian khusus.

Sepuluh Program Pokok PKK dinilai memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan kesehatan keluarga. Karena itu, keterlibatan kader di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga lingkungan menjadi penting untuk memperluas jangkauan edukasi dan memperkuat upaya pencegahan stunting.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan Kampung Keluarga Berkualitas dan kesiapan daerah dalam menghadapi penilaian lomba kelurahan bebas stunting tingkat nasional. Penilaian tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga sarana evaluasi dan motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta mengembangkan praktik-praktik baik di masyarakat.

Mengakhiri sambutan, Pemerintah Kota Bitung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam mengatasi persoalan stunting secara menyeluruh.

Keberhasilan upaya ini membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan keluarga dan masyarakat. Dengan kebersamaan, kepedulian, serta komitmen yang kuat, kita dapat mewujudkan generasi Kota Bitung yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” pungkasnya. (f**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *