RSOL/rakyatsulutonline.com, SULUT – Proses tender untuk proyek-proyek Dinas PUPR Daerah Prov. Sulawesi Utara yang bersumber dari Perubahan APBD (APBD-P) Tahun Anggaran 2026 segera ditayangkan.
Plt. Kepala Dinas PUPR Daerah Prov. Sulawesi Utara Henry Rondonuwu memacu persiapan administratif agar paket proyek konstruksi dan pengawasan bisa segera berjalan mengingat sisa waktu pengerjaan di akhir tahun yang sangat terbatas.
“Sementara dalam proses reviu dokumen perencanaan. Proses pengadaan menggunakan metode E-Purchasing Mini Kompetisi yang saat ini sedang bergulir antara PPK dan Biro Pengadaan Barang dan Jasa,” jelasnya.
Karena keterbatasan anggaran dan sisa waktu efektif yang mepet, kebijakan anggaran Dinas PUPR Daerah Prov. Sulawesi Utara pada APBD-P 2026 diarahkan secara realistis pada program-program antara lain adalah sebagian besar Pemeliharaan Jalan Berkala (Patching), Operasi & Pemeliharaan (O&P) Irigasi yaitu pengerjaan difokuskan pada tiga Daerah Irigasi (DI) utama yang berada di bawah koordinasi Pemprov Sulut demi mendukung sektor produktif pertanian, juga terdapat paket pekerjaan tambahan untuk melengkapi fasilitas kawasan KONI Sario Manado, dan bentuk “hadiah” dari pemerintah pusat bagi daerah sulawesi utara yang berkomitmen kuat dalam penurunan angka stunting. Salah satu kegiatan utamanya adalah pembangunan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik (SPALD).
Diharapkan, ketika waktu pengerjaan proyek sangat terbatas tidak ada ruang untuk masa penyesuaian yang lama atau penundaan sekecil apa pun. Keberhasilan proyek akan sangat bergantung pada kompetensi, kecepatan, dan manajemen risiko dari penyedia jasa yang terpilih.
“Penyedia jasa harus memiliki komitmen tinggi dan langsung tancap gas sejak hari pertama agar proyek tetap berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” ujarnya.(*gen)













