RAKYATSULUT, MANADO – Ketua DPR RI Puan Maharani, mengingatkan seluruh kader PDIP di Sulawesi Utara (Sulut) untuk tetap solid, disiplin, dan bergerak dalam satu gerbong.
Puan yang hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tiga Pilar Partai yang digelar DPD PDIP Sulut di Manado pada Kamis (5/11/2026) itu didampingi sejumlah anggota Personil dari DPR RI, yakni Alex Indra Lukman, Yasti Suparedjo, Adisatrya Suryo Sulisto, Abidin Fikri, Rio Dondokambey, MY Esti Wijayati, dan Mufti Anam.
“Saya selalu senang kalau datang ke Sulawesi Utara, yang saya lihat sebagai kandang banteng di beranda utara Indonesia. Kader-kader banteng di sini (sulut,-red) terus semangat dan bergerak mengibarkan panji-panji Partai di penjuru Bumi Nyiur Melambai,” ujar Puan dihadapan 1.900 kader PDIP Sulawesi Utara.
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) itu juga mengapresiasi kepengurusan yang telah mencapai 80% persen dibawah kepemimpinan Olly Dondokambey dan tetap berada dalam satu gerbong (Satu Komando, Satu Barisan, Satu Perjuangan).
“Seluruh pengurus harus memastikan organisasi berjalan aktif, memiliki program kerja, serta hadir dan bekerja bersama masyarakat dengan memiliki agenda kerja, menjalankan tanggung jawab, dan hadir dalam kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Perlu diketahui, pasca kongres Agustus 2025 kemarin, PDIP memiliki tiga agenda utama konsolidasi partai yakni menata kepengurusan, menyusun kekuatan partai, dan membangun jalan kemenangan.
“Penguatan struktur partai telah menjangkau 171 Pengurus Anak Cabang (PAC) di tingkat kecamatan dan 1.839 pengurus ranting di tingkat desa dan kelurahan. Sementara pembentukan 283 anak ranting kini memasuki tahap penyelesaian akhir,” kutipan catatan khusus Olly Dondokambey.
Sementara itu, Sekretaris DPD PDI-P Sulut, Reza Rumambi, mengingatkan kader agar tidak hanya fokus pada penguatan organisasi, tetapi turut memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Salah satu instruksi yakni gerakan pembuatan Teba (Tempat Buang Sampah) untuk memilah sampah organik dan nonorganik. Seluruh pengurus dan anggota fraksi PDI-P, mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten dan kota diharapkan dapat mampu menjalankan instruksi ini dan mencatatnya sebagai rekor di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI),” tutup Reza. (Val/Ras)















