RSOL-Rakyatsulutonline, KOTAMOBAGU— Tim Cyber Pengutan Liar (Pungli) Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, Sulawesi Utara melakukan monitoring evaluasi di beberapa sekolah diantaranya SMP Negeri 1, SMP Negeri 3 dan SMP 4 Negeri 4 Kotamobagu. Rabu, (28/5)
Hal ini merupakan pengawasan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025.
Adapun tim cyber terdiri dari, Polres Kotamobagu, Inspektorat Kotamobagu, Dandim kotamobagu.
Dikatakan Wakapolres Kotamobagu, Kompol Romel Pontoh, tentu terkait dengan kunjungan tim Cyber pungli ini, yang sudah dilaksanakan kemarin dan hari ini juga. Kata dia dengan sasaran. Sebab, ini merupakan momentum penerimaan siswa baru, dan memang peninjauan ke Sekolah-sekolah, dalam artian memberikan pencegahan kemungkinan bisa terjadi yang namanya Pengutan Liar (Pungli).
“Selain itu, sudah 7 sekolah yang dilakukan monitoring, dari keterangan Kepala Sekolah maupun guru-guru yang dimana sudah ada petunjuk tidak ada Pemungutan Liar,” terangnya.
Lanjutnya, selain dari itu tim Cyber yang ditugaskan itu tetap akan dilakukan monitoring. Sebab, fungsi intelijen juga ada di Cyber pungli itu ada tiga diantaranya Intelijen, Pencegahan dan Penindakan.
“Agar tentunya, orang tua murid merasa nyaman dan aman untuk ber sekolah. Walaupun ada dana bos, akan tetapi bukan hanya itu saja yang kita pantau termasuk pelayanan publik yang ada di Kota Kotamobagu ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Inspektorat Yusrin Mantali mengatakan kegiatan tersebut melaksanakan kegiatan penindakan Pemungutan Liar (Pungli). Nah, tim cyber pungli Kota Kotamobagu telah melaksanakan untuk melakukan monitoring di beberapa sekolah, terhadap penerimaan peserta didik baru, untuk mengantisipasi adanya pemungutan liar yang berada lembaga-lembaga pendidikan.
“Tentunya ini menjadi perhatian dari kami, yang dimana kegiatan belajar mengajar tadak ada pemungutan dalam apapun. Sebab, pemerintah sudah mengucurkan dana bantuan sekolah, dan segala bentuk tidak ada lagi untuk itu, ini telah dilakukan monitoring dan evaluasi di setiap sekolah,” tandasnya. (jux)














