banner 728x250

Unima Cetuskan Lingkungan Pendidikan Aman dan Inklusif

banner 120x600
banner 468x60

Rakyatsulutonline.com, Minahasa – Sebuah inovasi pendidikan kembali lahir dari dunia kampus. Pasalnya, Tim dosen Universitas Negeri Manado (Unima) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Giat tersebut bertajuk ‘Penguatan Ekosistem Sekolah Ramah Anak’ melalui pengembangan dan penerapan aplikasi diary online sebagai media pencegahan bullying terintegrasi pembelajaran berbasis kompetensi sosial-emosional di MTsS Plus Tarbiyah Tondano’.

banner 325x300

Kegiatan ini diketuai oleh Hamsah SPd MPd (Dosen Pendidikan Sosiologi), dan anggota Tim Sondy Compvid Kumajas ST MT (Dosen Teknik Informatika), Fatima HS SH MH (Dosen Ilmu Hukum) dan dua orang mahasiswa Pendidikan Sosiologi.

Kegiatan PKM berlangsung pada Jumat 31 Oktober 2025 dengan jumlah peserta 11 orang yang tergabung dalam kelompok guru MTsS Plus Tarbiyah Tondano.

Acara diisi dengan pemaparan materi dari narasumber Ismail SPd MHum (Dosen Unima). Setelah pemaparan materi kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan pelatihan penggunaan aplikasi diary online yang terintegrasi dengan pembelajaran berbasis kompetensi sosial emosional.

Ketua Pelaksana Hamsah SPd MPd mengatakan bahwa program ini merupakan wujud nyata kontribusi Unima dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berbasis nilai-nilai sosial-emosional, sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi serta arah pembangunan sumber daya manusia unggul.

“Penerapan konsep Sekolah Ramah Anak merupakan kebutuhan mendesak di era modern pendidikan saat ini. Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuh kembang anak yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan,” ujar Hamsah dalam sambutannya.

Karena itu, lanjut Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Unima ini, penguatan ekosistem sekolah ramah anak harus menjadi prioritas bersama, baik bagi guru, siswa, maupun orang tua. Menurutnya, lingkungan belajar yang ramah anak akan membantu siswa mengembangkan potensi diri, kecerdasan emosional, dan sikap sosial yang positif. “Melalui penerapan Aplikasi Diary Online, siswa juga didorong untuk mengekspresikan pengalaman serta perasaannya secara aman dan reflektif sebagai bagian dari pembelajaran berbasis kompetensi sosial-emosional,” urai Hamsah.

Sementara itu, Ketua Kelompok Guru MTsS Plus Tarbiyah Tondano Fitriawati Lababa, M.Pd menyampaikan apresiasi tinggi terhadap program pengabdian ini. Ia menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang positif dan responsif terhadap perkembangan karakter siswa.

“Program ini memberikan solusi nyata bagi guru untuk memahami kondisi sosial-emosional peserta didik sekaligus memperkuat budaya sekolah yang ramah dan inklusif,” ujarnya.

Untuk diketahui, program ini dapat terlaksana berkat pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong inovasi perguruan tinggi agar hasil riset dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(tr-03/red)

 

 

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *