Hengky – Randito Dampingi Gubernur Sulut, Buka Gerakan Pangan Murah

banner 120x600

RSOL/Rakyatsulutonline.com, BITUNG — Menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2026, Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus melakukan kunjungan kerja sekaligus memantau langsung harga dan ketersediaan sembako yang berlangsung di Pasar Takjil, Kecamatan Maesa, tepatnya di pusat Kota Bitung, Rabu (25/2/2026).

Pada kunjungan tersebut, Gubernur Sulut didampingi Wali Kota Bitung, Hengky Honandar SE., dan Wakil Wali Kota Randito Maringka S.sos., bersama unsur Forkompinda, lintas sektoral, para pejabat baik dari Provinsi Sulut dan Pemkot Bitung, Perwakilan Bank Indonesia, serta para camat.

Inisiatif ini dirancang untuk meringankan beban masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026, dengan stok pangan pokok terjangkau dan merata.

Dalam arahannya, Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan bahwa tujuan utama Gerakan Pangan Murah untuk memantau harga pangan. Langkah strategis ini merupakan inisiatif pemerintah daerah dalam menekan inflasi dan mencegah lonjakan harga di pasar.

Beliau menegaskan bahwa stabilitas harga sangat penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil serta pasokan pangan aman menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat di bulan Ramadhan dan Idul fitri tahun ini.

“Kami ingin memastikan masyarakat bisa menjalani ibadah puasa dan menyambut Idulfitri dengan tenang, tanpa kekhawatiran atas kenaikan harga maupun kelangkaan bahan pangan,” ujar Gubernur Yulius usai peninjauan.

Menurutnya, stabilitas harga dan kelancaran distribusi merupakan kunci menjaga daya beli. Pemerintah provinsi terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah daerah untuk memastikan pasokan dari sentra produksi dan jalur distribusi tetap aman.

Selain melakukan inspeksi harga, Gubernur bersama rombongan, juga membuka secara resmi Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat

memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Gubernur juga berdialog dengan pedagang dan pelaku usaha guna menyerap kondisi riil di lapangan.

Sementara itu, Wali Kota Hengky Honandar menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bitung dalam mendukung Gerakan Pangan Murah.

“Kami memastikan pengawasan rutin di pasar tradisional maupun pusat distribusi berjalan optimal. Stabilitas harga adalah bagian dari perlindungan pemerintah terhadap masyarakat,” ucap Hengky Honandar.

Di hari yang sama, Gubernur Yullius meghadiri sekaligus memimpin Apel . Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2026 yang dilaksanakan di PT. Pelindo Terminal Petik Kemas Bitung.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.” Tema ini menegaskan bahwa upaya memastikan pekerja pulang dengan selamat memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

Pada kesempatan itu, Gubernur Yulius Selvanus membacakan sambutan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.

Dalam sambutannya, menegaskan bahwa Bulan K3 Nasional bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat komitmen perlindungan tenaga kerja dan membangun dunia kerja yang aman, sehat, serta produktif.

Dia mengingatkan bahwa penguatan K3 masih menjadi kebutuhan mendesak. Berdasarkan data tahun 2024, tercatat 319.224 kasus kecelakaan kerja yang terlapor. Selain itu, dalam beberapa bulan terakhir, berbagai pemberitaan juga masih diwarnai kecelakaan kerja yang menimbulkan korban meninggal dunia.

Setiap kecelakaan kerja adalah alarm keras bahwa masih terdapat celah dalam sistem kita. Kecelakaan bukan hanya kegagalan teknis, tetapi kegagalan sistem,” demikian disampaikan dalam sambutan Menteri Ketenagakerjaan.

Dikesempatan yang sama, Gubernur Yulius juga menekankan bahwa keselamatan kerja harus menjadi budaya bersama, khususnya di daerah industri dan pelabuhan yakni kota Bitung.

Keselamatan dan produktivitas harus berjalan beriringan. Setiap pekerja berhak pulang ke rumah dengan selamat. Ini tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa,” tegasnya.

Kunjungan kerja ini menegaskan fokus pemerintah daerah menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2026 dalam menjaga stabilitas ekonomi rakyat sekaligus memperkuat budaya keselamatan kerja di sektor industri.(fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *