Pemkot Bitung Awali Safari Ramadhan di Kecamatan Lembah Selatan Bersama Jamaah Masjid Jami An-Nashr

banner 120x600

RSOL/Rakyatsulutonline.com, BITUNG— Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung mengawali rangkaian kegiatan Safari Ramadhan 1447 Hijriyah dan buka puasa bersama jamaah Masjid Jami An-Nashr, Kelurahan Batu Lubang, Kecamatan Lembeh Selatan, Rabu (11/3/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini, dihadiri langsung oleh Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE., dan Wakil Wali Kota Randito Maringka S.sos, bersama unsur Forkompinda Kota Bitung.

Kehadiran Wali Kota Hengky Honandar
dalam kegiatan tersebut turut didampingi oleh Ketua TP PKK Kota Bitung, Ny Ellen Honandar Sondakh, Sekretaris TP PKK Ny Jacinta Marybell Maringka Gumolung, Sekretaris Daerah (Sekda) Ir Rudy Theno ST MT MAP., bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bitung, Ny Nurjaya Theno Moenarwin, serta sejumlah pejabat Pemkot Bitung.

Safari Ramadhan perdana ini juga dihadiri
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kota Bitung, Forum Komunikasi Badan Tazkir kota Bitung, Imam Masjid An-Nashr
Husin Limpo, para Imam di pulau Lembeh,
Camat Lembeh Selatan dan Camat Lembeh Utara, para lurah se-kecamatan Lembeh Utara dan Lembeh Selatan, para pemuka agama dan tokoh masyarakat, serta seluruh Jamaah Masjid Jami An-Nashr.

Safari Ramadhan ini merupakan agenda keagamaan yang rutin dilakukan
Pemerintah kota Bitung dalam mempererat silaturrahmi dengan masyarakat di bulan suci Ramadhan.

Momentum kebersamaan semakin terasa saat seluruh tamu undangan dan jamaah
Masjid Jami An-Nashr berbuka puasa bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Hengky Honandar mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh umat muslim kota Bitung. Ia berharap seluruh rangkaian ibadah selama bulan suci ini dapat berjalan lancar hingga akhir Ramadhan.

“Semoga kebaikan serta hal-hal yang baik yang dijalankan selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah bisa terus dilanjutkan dan dijalani, bahkan setelah bulan Ramadhan ini berakhir,” ujar Hengky Honandar.

Melalui kesepakatan ini, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh umat muslim di kota Bitung yang selama ini terus memelihara kehidupan yang rukun, damai dan harmonis bersama seluruh komponen masyarakat.

Beliau juga menekankan bahwa kehidupan yang penuh toleransi dan kebersamaan ini, merupakan kekuatan utama kota Bitung dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman yang kita miliki.

“Hal ini sejalan dengan visi ‘Harmonisasi Menuju Bitung maju’.Harmonisasi bukan sekedar slogan tetapi merupakan nilai hidup yang harus terus kita jaga bersama dalam kehidupan sosial, budaya dan keagamaan di kota Bitung,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan turut prihatin dengan terjadinya insiden perkelahian antar kampung yang melibatkan anak-anak muda. Kejadian tersebut tentunya menjadi perhatian kita bersama, karena peristiwa seperti ini dapat menggangu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Oleh karena itu, melalui kesepakatan ini kami mengajak seluruh elemen masyarakat, secara khusus orang tua, tokoh masyarakat, tokoh pemuda untuk memberikan pengertian dan perhatian lebih kepada anak-anak muda dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di kota Bitung. Generasi muda adalah harapan masa depan kota ini”, tambah Hengky.

Selain itu, Pemerintah Kota Bitung akan terus berkomitmen untuk mendorong berbagai program kepemudaan, seperti olahraga, seni, pendidikan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan yang dapat membentuk karakter generasi muda yang kuat, berakhlak dan bertanggung jawab.

Wali Kota juga menghimbau kepada seluruh masyarakat kota Bitung, khususnya menjelang hari raya Idul Fitri nanti, mari kita bersama-sama mendukung perekonomian lokal dengan berbelanja kebutuhan hari raya pada para pedagang yang berjualan di Kota Bitung.

“Dengan berbelanja di pasar-pasar tradisional, serta pelaku UMKM di Kota Bitung. Kita turut membantu meningkatkan roda perekonomian daerah, sehingga perputaran ekonomi akan semakin baik, dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat secara luas,” tegas Honandar seraya berharap melalui momentum ini, semua semakin memperkokoh persatuan dan menjaga kerukunan antar umat beragama, sehingga Kota Bitung tetap menjadi kota yang aman, damai, dan penuh toleransi. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *