Bitung  

Wali Kota Hengky Honandar Pimpin Apel Operasi Ketupat 2026, Pastikan Pengamanan Jelang Idul Fitri

banner 120x600

RSOL/Rakyatsulutonline.com, BITUNG — Wali Kota Bitung, Hengky Honandar SE., memimpin apel gelar pasukan operasi kepolisian terpusat Ketupat 2026, sebagai bentuk kesiapan pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar di halaman Polres Bitung, Kamis (12/3/2026)

Apel yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Hengky Honandar, didampingi Kapolres Bitung Albert Zai, bersama Wakil Wali Kota Randito Maringka S. sos, serta dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh pemuda, beserta seluruh jajaran pejabat Polres Bitung.

Apel tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk pengecekan, sarana dan prasarana, sekaligus memperkuat sinergitas antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan keamanan serta kelancaran arus mudik dan perayaan Idul Fitri.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Hengky Honandar membacakan sambutan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo, yang menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir terhadap kesiapan personel, sarana, dan prasarana sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat tahun 2026.

Menurutnya, momentum Idul Fitri merupakan agenda nasional yang selalu diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, sehingga kesiapan aparat keamanan dan seluruh pihak yang terkait menjadi hal yang sangat penting.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, mobilitas masyarakat selama lebaran tahun 2026 diperkirakan akan mencapai 143,9 juta orang. Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipasi guna memastikan arus mudik dan arus balik berjalan aman tertib dan lancar.

“Dalam mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut, Pori bersama TNI dan para pemangku kepentingan melaksanakan Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan lebih dari 161 ribu personel gabungan di seluruh Indonesia,” ujar Walikota saat membacakan sambutan Kapolri.

Wali Kota juga menambahkan bahwa untuk kota Bitung, pengamanan akan difokuskan pada sejumlah titik strategis seperti tempat ibadah, pusat keramaian, objek wisata, terminal, serta pelabuhan.

“Oleh karena itu, pengaturan lalu lintas selama masa mudik dan arus balik juga menjadi perhatian guna menjaga keselamatan serta kelancaran perjalanan masyarakat,” tambahnya.

Dikesempatan yang sama, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai menegaskan bahwa seluruh personel telah disiapkan untuk memberikan pelayanan dan pengamanan terbaik kepada masyarakat selama perayaan Idul Fitri.

“Operasi Ketupat ini merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tertib berlalu lintas, menjaga keamanan lingkungan, serta bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan kondusif selama perayaan Idul Fitri,” ujar Kapolres.

Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab kita bersama. Sinergitas antara pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh elemen masyarakat, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di Kota Bitung dapat berjalan optimal sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan aman, damai, dan penuh kebersamaan. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *