Bitung  

Hadiri Pembukaan Festival “Lembut Badaseng”, Dansatrol Kodaeral VIII Tunjukan Sinergitas Dalam Mendukung Pelestarian Budaya Pesisir

banner 120x600

RSOL/Rakyatsulutonline.com, BITUNG — Komandan Satrol Kodaeral VIII Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits, E.D., S.E., M.Tr. Hanla.,mewakili Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, menghadiri pembukaan Festival Budaya “Lembut Badaseng” yang berlangsung di Kelurahan Binuang, Kecamatan Lembeh Utara, Kota Bitung, Jumat (15/5/2026).

Festival budaya masyarakat pesisir tesebut berlangsung meriah dan penuh semangat persatuan, serta kebersamaan lintas agama, suku, dan etnis,, sebagai simbol kebangkitan budaya lokal di wilayah pesisir Kota Bitung.

Kegiatan tersebut, mendapat dukungan dari TNI Angkatan Laut melalui Satrol Kodaeral VIII Bitung dalam melestarikan budaya pesisir, sekaligus mempererat kebersamaan, persaudaraan, dan semangat gotong royong masyarakat maritim.

Dalam festival “Lembut Badaseng” turut ditampilkan berbagai lomba dan tradisi lokal masyarakat pesisir, sebagai bentuk komitmen menjaga warisan leluhur agar tetap lestari di tengah perkembangan modernisasi. Selain itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026.

Pada kesempatan itu, ‎Camat Lembeh Utara, Yekonia Nanangko, menyampaikan bahwa Festival “Lembut Badaseng” lahir dari semangat menjaga budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, kegiatan itu berangkat dari ide sederhana yang awalnya dianggap mustahil karena tidak masuk dalam anggaran pemerintah.

“Ini semua berawal dari angan-angan. Banyak yang menganggap ide ini terlalu besar, bahkan mustahil, karena tidak memiliki dukungan anggaran. Tapi kami percaya budaya harus tetap hidup dan diperjuangkan,” ujar Nanangko.

Ia juga menjelaskan bahwa dasar pelaksanaan festival merujuk pada amanat UUD 1945 Pasal 32 tentang kebudayaan serta Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang mendorong pelestarian tradisi lokal, baik melalui seni maupun olahraga budaya masyarakat.

Selain itu, festival budaya ini bukan sekadar seremoni, melainkan perekat sosial yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

‎Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada Satrol Kodaeral VIII Bitung yang dinilai memberi dukungan nyata terhadap pengembangan budaya pesisir.

“Kami sangat bersyukur karena permohonan masyarakat pesisir dijawab langsung oleh Dansatrol bersama jajaran. Mereka tidak hanya hadir memberi motivasi, tetapi juga membantu secara material dan turun langsung mendukung kegiatan budaya masyarakat,” ungkapnya.

Kami berharap pemerintah terus memberi perhatian terhadap pelestarian budaya lokal sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda.

“Kalau budaya lokal diabaikan, maka generasi mendatang akan kehilangan identitas dan etika sosialnya. Budaya harus terus ditumbuhkan karena menjadi fondasi persatuan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Komandan Satrol Kodaeral VIII, Marvill Marfel Frits, mewakili Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat dalam menjaga warisan budaya pesisir.

“Festival budaya seperti ini bukan hanya melestarikan tradisi lokal, tetapi juga memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap identitas bangsa maritim Indonesia,” kata Marvill.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kehadiran TNI Angkatan Laut melalui Satrol Kodaeral VIII merupakan bentuk komitmen menjaga hubungan harmonis antara prajurit Jalasena dan masyarakat pesisir.

“Kami ingin budaya pesisir tetap hidup dan menjadi kekuatan sosial masyarakat. TNI AL akan terus mendukung kegiatan positif yang mempererat persaudaraan dan membangun nasionalisme masyarakat maritim,” tambahnya.

Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa budaya pesisir merupakan fondasi penting dalam memperkuat identitas Indonesia, khususnya di kota Bitung. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *