Rakerda Partai Gerindra Sulut, YSK Wanti-wanti Kader Berkomunikasi Langsung dengan Dirinya

banner 120x600

Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara Yulius Selvanus./ist

Rakyat Sulut, Manado — DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda). Pasalnya, momentum ini menjadi ajang konsolidasi internal.

Rakerda turut dihadiri unsur DPP Partai Gerindra yaitu Ketua Harian DPP Sufmi Dasco Ahmad bersama rombongan.
Ketua DPD Partai Gerindra Sulut Yulius Selvanus Komaling menekankan bahwa dalam mengkomunikasikan dan mengkosolidasikan kelembanggan partai politik pentingnya simergi satu komando.

“Rekan-rekan untuk diketahui bersama bahwa keberhasilan pembangunan di Sulawesi Utara tidak dapat dicapai secara individual,” ujar YSK sapaan akrabnya, yang juga Gubernur Sulut tersebut.

YSK juga memberikan atensi tersendiri atas peran pemerintah daerah mulai dari sekretaris daerah, kepala dinas/badan hingga kepala biro dan partai politik yang telah bersinergi mendukung program pemerintah selama ini.

“Saya ingatkan lagi. Kalau tidak satu komando, susah. Semua apa yang kita kerjakan pasti akan terbengkalai, dan apa yang kita inginkan tidak akan pernah tercapai. Tetapi kalau kita mau bergandengan tangan membangun Sulawesi Utara dan Indonesia, maka niscaya akan dengan mudah dan cepat kita capai,” yakin Yulius.

Untuk itu, lanjut YSK, dirinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader Gerindra Sulut yang telah mengawal kepemimpinannya selama 14 bulan terakhir dengan kondusif. Bahkan, dirinya juga merespon adanya dinamika internal.

“Ada laporan yang sempat sampai ke pengurus pusat di Jakarta terkait perhatian saya kepada kader. Saya meminta para kader untuk tidak sungkan berkomunikasi langsung kepada saya sebagai gubernur maupun ketua partai, ketimbang harus melapor ke pengurus pusat,” pinta pemimpin yang murah senyum ini.

YSK mengingatkan bahwa pintu rumahnya selalu terbuka 24 jam untuk berdiskusi. Namun demikian dengan catatan waktu yang unik.

“Pintu terbuka, tetapi kalau Gerindra nanti di atas jam 10 malam. Jangan mengganggu jam kerja. Kalau jam kerja silakan dukung dan awasi gubernurmu. Tapi setelah jam 10 malam, bolehlah kita bergadang memikirkan partai sampai jam 2 atau jam 4 pagi,” cetus YSK nada berkelakar.(*red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *