RSOL, Rakyat Sulut- BOLTIM – Kasus dugaan kegiatan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di kawasan Hutan Mintu, wilayah Desa Atoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), terus menjadi perhatian serius Polres Boltim.
Tak hanya mengusut aktivitas pertambangan ilegal, penyidik juga mendalami hilangnya dua unit alat berat jenis excavator yang sebelumnya ditemukan berada di lokasi PETI.
Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan menegaskan proses hukum terkait aktivitas PETI di Hutan Mintu tetap berjalan dan akan diusut hingga tuntas.
Penyidik kini terus melakukan pendalaman untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal tersebut, termasuk menelusuri hilangnya dua unit excavator yang diduga merupakan barang bukti dalam perkara itu.
Hilangnya dua alat berat tersebut menjadi perhatian penyidik setelah Pj Sangadi Desa Atoga Timur, Gisela Lontaan, sebelumnya melaporkan keberadaan excavator di lokasi PETI dan menyerahkan kunci alat berat kepada pihak kepolisian.
Namun, saat dilakukan penanganan lebih lanjut, dua unit excavator tersebut dilaporkan sudah tidak berada di lokasi.
“Yang pasti proses hukum tetap jalan. Polres akan usut dan mengungkap aktor PETI, termasuk siapa yang menghilangkan barang buktinya,” tegas Kapolres.
Mantan personel Densus 88 Polri itu juga mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila mengetahui atau melihat keberadaan dua unit excavator yang hilang dari lokasi PETI Mintu.
“Saya minta masyarakat tidak usah ragu-ragu datang melaporkan ke Polres Boltim apabila melihat dua unit excavator yang hilang di PETI Mintu,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kasus dugaan PETI di Hutan Mintu mencuat dan menjadi perhatian publik setelah Pj Sangadi Desa Atoga Timur bersama perangkat desa turun langsung ke lokasi.
Dalam aksi tersebut, Gisela Lontaan bersama perangkat desa menghentikan aktivitas dua unit excavator yang diduga digunakan untuk kegiatan pertambangan tanpa izin. Peristiwa itu kemudian viral di media sosial dan mendorong aparat kepolisian melakukan penanganan serta penyelidikan di lokasi.
Kini, selain memburu aktor di balik aktivitas PETI, Polres Boltim juga menghadapi pekerjaan tambahan untuk mengungkap misteri hilangnya dua unit excavator yang diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan ilegal di kawasan Hutan Mintu. (***)














