Bitung  

Wali Kota Bitung Tegaskan Karhutla Bukan Sekadar Seremonial: “Jangan Tunggu Api Membesar!”

banner 120x600

RSOL, Rakyatsulutonline.com, BITUNG — Pemerintah Kota Bitung memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menggelar apel gelar pasukan penanganan karhutla bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, BNPB, Basarnas dan lintas sektoral.

Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E memimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kota Bitung, Kamis (3/9/2026).

Apel gelar pasukan tersebut diselenggarakan oleh Kodim 1310 Bitung berlangsung di lapangan Sari Cakalang dan diikuti oleh personel TNI-Polri, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bitung, BPBD Kota Bitung, BNPB, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Dinas Kesehatan.

Dalam apel tersebut Wali Kota Hengky Honandar menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak boleh dilakukan setelah api membesar. Deteksi dini, kecepatan laporan dan respons cepat menjadi kunci untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak lebih besar.

Kecepatan adalah kunci. Jangan menunggu api membesar, temukan sedini mungkin, laporkan secepat mungkin dan padamkan sebelum meluas,” tegas Honandar dalam sambutannya.

Ia juga mengatakan, apel gelar pasukan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana serta mekanisme koordinasi antarpihak benar-benar dapat dijalankan kapan pun dibutuhkan.

Ancaman karhutla dinilai perlu mendapat perhatian serius menyusul kondisi cuaca yang cenderung kering dan meningkatnya potensi kebakaran di sejumlah wilayah.

“Karhutla harus kita cegah dan tangani secara serius, cepat, terpadu dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan. Asap yang ditimbulkan juga dapat mengganggu Kesehatan masyarakat, menghambat aktivitas sosial dan ekonomi, mengganggu transportasi hingga berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar apabila tidak segera ditangani.

Dalam arahannya kepada pasukan gabungan, ditekankan pentingnya sinergitas dan solidaritas seluruh unsur yang terlibat. Setiap unsur diminta membangun komunikasi, mengoordinasikan setiap langkah dan saling mendukung sesuai tugas serta tanggung jawab masing-masing.

Selain kecepatan respons, keselamatan personel juga menjadi perhatian utama. Petugas diminta tidak bertindak gegabah saat melakukan pemadaman, dengan memperhatikan kondisi medan, arah angin serta menggunakan perlengkapan yang sesuai.

Keberhasilan tugas bukan hanya ketika api berhasil dipadamkan, tetapi juga ketika seluruh personel dapat kembali dengan selamat,” katanya.

Pemkot Bitung juga menekankan bahwa penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman.

Upaya pencegahan melalui edukasi masyarakat, sosialisasi serta patroli di wilayah rawan harus diperkuat.

Masyarakat pun diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diingatkan tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Jika menemukan asap, titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat atau pihak terkait.

Menjaga hutan dan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, TNI, Polri atau petugas pemadam kebakaran. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Usai apel, Wali Kota Hengky Honandar bersama Dandim 1310/Bitung Dewa Made DJ, Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., serta jajaran Forkopimda melakukan pengecekan kendaraan dan sarana pendukung yang disiapkan untuk penanggulangan Karhutla.

Apel gelar pasukan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa menghadapi ancaman karhutla membutuhkan gerak cepat, koordinasi kuat dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, sehingga potensi kebakaran dapat ditekan sebelum berubah menjadi bencana yang lebih besar. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *