RSOL, Rakyat Sulut – KOTAMOBAGU — Penanganan persoalan antrean panjang dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Kotamobagu, mulai menunjukkan hasil. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Kotamobagu, Tasjrifin M.A. Halim, menilai langkah bersama yang dilakukan Pemerintah Kota Kotamobagu bersama pihak terkait telah mampu mengurai antrean sekaligus memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi.
Menurut Tasjrifin, kebijakan yang ditempuh pemerintah berdasarkan hasil kesepakatan bersama mulai memberikan dampak nyata di lapangan. Antrean kendaraan yang sebelumnya terjadi di sejumlah SPBU berangsur terurai, sementara ketersediaan BBM dinilai sudah kembali mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Langkah yang sudah dilakukan pemerintah atas dasar kesepakatan bersama ini merupakan langkah yang berhasil, karena sudah bisa menguraikan antrean-antrean dan menyampaikan bahwa ketersediaan BBM sudah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Kotamobagu,” ujar Tasjrifin.
Ia menegaskan, kondisi yang mulai membaik tersebut harus dijaga bersama. Menurutnya, keberhasilan penanganan persoalan BBM tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk masyarakat dan media.
“Keberhasilan ini perlu didukung oleh semua pihak, bukan hanya inisiatif ataupun kebijakan dari pemerintah saja, tetapi semuanya harus mendukung, termasuk media. Media juga perlu ikut menyosialisasikan kepada masyarakat,” katanya.
Tasjrifin juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Sikap tersebut dinilai penting, untuk menjaga distribusi tetap berjalan normal dan mencegah, kembali munculnya antrean panjang di SPBU.
“Yang penting sekarang masyarakat sudah tidak lagi mengantre panjang, semuanya bisa mendapatkan BBM. Ini tentu menjadi keberhasilan bersama yang harus kita jaga,” pungkasnya. (jux)














