RSOL, Rakyat Sulut – KOTAMOBAGU — Kasus kebakaran lahan di Kota Kotamobagu menjadi perhatian, setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kotamobagu mencatat,sedikitnya tujuh kejadian kebakaran lahan sepanjang Agustus hingga September 2026.
Dikatakan Kabid Penanganan Darurat BPBD Kotamobagu Sitti Wahyuni Paputungan, SE, M.Ec.Dev, bahwa data tersebut tercantum dalam Laporan kaji cepat kejadian bencana, di Kota Kotamobagu Tahun 2026 yang dikeluarkan BPBD Kota Kotamobagu. Dalam laporan itu, kebakaran lahan tercatat terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari Gogagoman, Mongkonai Barat, Biga, Upai hingga Kotobangon.
“Kebakaran pertama tercatat pada 8 Agustus 2026 di Jalan Soeprapto, Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, dengan luas lahan terbakar sekitar 500 meter persegi,”terangnya pada Rakyat Sulut.
Lanjutnya, pada 18 Agustus kebakaran kembali terjadi di kawasan Jalan Soeprapto, Gogagoman Batu Molodak, dengan luas sekitar 30 x 40 meter persegi.
“Terjadi di Kelurahan Mongkonai Barat pada 26 Agustus dengan luas lahan terbakar sekitar 20 meter persegi. Sedangkan duua hari kemudian, kebakaran terjadi di Kelurahan Biga dengan luas sekitar 10 x 20 meter persegi. Sementara pada 30 Agustus, kebakaran lahan kembali terjadi di Kelurahan Gogagoman dengan luasan yang jauh lebih besar, yakni sekitar 1 hektare,”ungkapnya

Memasuki September, BPBD kembali mencatat dua kejadian pada 7 September 2026. Kebakaran terjadi di Perkebunan Upai, Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, dengan luas lahan terbakar sekitar 2 hektare. Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di Kompleks Perkuburan China, Kelurahan Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur, dengan luas sekitar 40 x 7 meter persegi.
“Untuk itu, data tersebut menunjukkan bahwa kebakaran lahan, menjadi salah satu ancaman yang perlu mendapat perhatian serius, terutama terhadap potensi meluasnya api, dan dampaknya terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar. Selain itu juga tim siaga BPBD juga rutin melaksanakan patroli, dan himbauan kepada masyarakat, mengenai antisipisi dan pencegahan karhutla di wilayah kota kotamobagu,”tandasnya (jux)














