RSOL/RakyatSulutOnline.com, BITUNG – Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE., mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran menyusul kondisi cuaca di Kota Bitung dan sekitarnya yang tengah dilanda musim kemarau disertai angin kencang.
Ia mengingatkan, kondisi cuaca yang kering dan hembusan angin kencang dapat meningkatkan risiko kebakaran, sekaligus mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran di lingkungan permukiman maupun lahan terbuka.
Oleh sebab itu, saya minta warga Kota Bitung agar lebih waspada karena di saat seperti ini risiko kebakaran cenderung meningkat,” imbau Hengky Honandar, Jumat (9/10/2026).
Sebagai langkah antisipasi, Honandar juga meminta masyarakat tidak membakar sampah sembarangan maupun membuang puntung rokok di tempat yang berpotensi memicu kebakaran.
Ia juga mengingatkan warga agar memeriksa kondisi jaringan kelistrikan di rumah masing-masing secara berkala. Instalasi atau kabel listrik yang sudah usang perlu segera diganti guna menghindari risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran.
Jika mati lampu, pastikan lilin atau alat penerang lain ditempatkan di lokasi yang aman dan jauhkan dari jangkauan anak-anak,” pesannya.
Selain instalasi listrik, perhatian juga perlu diberikan pada peralatan memasak, terutama kompor, selang, dan tabung gas di dapur rumah tangga. Pemeriksaan rutin diperlukan untuk memastikan seluruh peralatan dalam kondisi baik dan tidak mengalami kebocoran.
Pastikan semuanya dalam kondisi baik dan tidak tercium bau gas yang diakibatkan oleh kebocoran. Jika ada masalah, segera hubungi teknisinya kalau kita tak ahli. Buat ibu-ibu, jangan lupa mematikan api kompor setiap selesai memasak,” katanya.
Beliau turut mengingatkan masyarakat yang membuka lahan perkebunan baru agar tidak menggunakan cara membakar. Menurutnya, kondisi lahan yang kering selama musim kemarau membuat api lebih mudah menjalar dan berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.
Karena itu, ia mengharapkan kesadaran dan peran aktif seluruh masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun lahan perkebunan.
Kewaspadaan bersama dinilai penting untuk meminimalkan risiko kebakaran, melindungi keselamatan warga, serta mencegah kerugian material akibat musibah kebakaran selama musim kemarau. (fik)














