RAKYATSULUT, MANADO — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus mengupayakan pemulihan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Utara (Sulut).
Kelangkaan Pertalite yang sempat terjadi di sejumlah wilayah, disertai antrean kendaraan di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), ditargetkan kembali berangsur normal paling lambat hingga akhir bulan Oktober 2026.
General Manager Regional Sulawesi Pertamina Patra Niaga, Denny Suhendar, mengungkapkan bahwa dinamika situasi global sempat mempengaruhi kelancaran penyaluran BBM.
Meski demikian, Pertamina terus melakukan pemantauan langsung dan mengambil langkah antisipatif untuk memastikan pasokan kembali stabil.
Hal itu disampaikan Denny saat meninjau kondisi penyaluran BBM di SPBU 7495108, Kecamatan Sario, Manado, Sabtu (17/10/2026).
“Sudah tiga hari dan paling lama hingga akhir bulan Oktober akan kami pantau langsung. Semoga akan stabil kembali. Kita mencoba deteksi dini di beberapa titik. Memang ada kecenderungan antrean dan juga ada kecenderungan di SPBU tertentu stoknya tidak ada pada jam tertentu,” kata Denny.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina telah meningkatkan penyaluran Pertalite sebesar 30 persen dibandingkan rata-rata penyaluran harian normal.
Penambahan pasokan ini diharapkan dapat memperkuat ketersediaan BBM sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah daerah di Sulawesi Utara.
Tak hanya menambah pasokan, Pertamina juga melakukan optimalisasi operasional di lapangan. Salah satunya dengan menambah jumlah operator SPBU guna mempercepat proses pelayanan dan mengurangi waktu tunggu konsumen.
Di sisi lain, Integrated Terminal (IT) Bitung dioperasikan selama 24 jam untuk mendukung kelancaran kegiatan operasional serta mempercepat penyaluran BBM ke berbagai wilayah.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya dalam menjaga kelancaran distribusi dan memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
Dengan penambahan pasokan, penguatan operasional, serta pemantauan langsung di sejumlah titik, Pertamina berharap kondisi distribusi BBM di Sulawesi Utara segera pulih.
Masyarakat pun diharapkan dapat kembali memperoleh BBM secara lebih mudah tanpa harus menghadapi antrean panjang seperti yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. (Ras)














