Dampak Asap Karhutla, Pemkot Bitung Keluarkan Imbauan Kesehatan bagi Masyarakat

banner 120x600

RSOL/RakyatSulutOnline.com, BITUNG – Menurunnya kualitas udara akibat kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), baik yang terjadi secara lokal maupun asap kiriman dari Kalimantan dan Papua sebagaimana dilaporkan BMKG, mendapat perhatian serius Pemerintah Kota Bitung, Kamis (15/10/2026).

Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE., mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik. Paparan asap dan partikel debu halus (particulate matter) akibat kebakaran hutan dan lahan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, hingga gangguan pernapasan lainnya.

Untuk itu, Pemerintah Kota Bitung mengimbau seluruh masyarakat agar mengutamakan kesehatan dan keselamatan dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan, terutama saat beraktivitas di luar rumah. Warga dianjurkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” ujar Honandar.

Selain mengingatkan masyarakat secara umum, Honandar secara khusus meminta para orang tua memastikan anak-anak menggunakan masker saat berangkat maupun pulang sekolah.

Ia juga meminta tenaga pendidik di seluruh satuan pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA/SMK sederajat di Kota Bitung, untuk aktif memantau kondisi kesehatan para siswa selama kualitas udara menurun.

Seluruh tenaga pendidik diharapkan fokus memperhatikan kondisi kesehatan siswa dengan mulai membatasi kegiatan olahragaatau aktivitas di lapangan terbuka, serta memastikan para siswa tetap menggunakan masker di lingkungan sekolah,” pintanya.

Selain itu, Honandar juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat asma atau penyakit paru-paru.

Selain membatasi paparan asap, masyarakat diminta menjaga kecukupan konsumsi air putih dan memperhatikan asupan makanan bergizi untuk membantu menjaga kondisi tubuh.

Wali Kota turut mengingatkan warga agar tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang muncul akibat paparan asap. Masyarakat yang mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi mata diimbau segera memeriksakan diri ke puskesmas maupun fasilitas kesehatan terdekat.

Jika mengalami keluhan kesehatan, segera periksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya,” pungkas Hengky Honandar.

Pemerintah Kota Bitung berharap masyarakat dapat mengikuti imbauan tersebut secara konsisten guna mengurangi risiko gangguan kesehatan selama kondisi kualitas udara belum membaik. (f**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *