Kabut Asap Karhutla Jadi Perhatian, Mario Mamuntu Ingatkan Warga Jaga Kesehatan

banner 120x600

RSOL/RakyatSulutOnline.com, BITUNG – Tokoh pemuda Kota Bitung, Mario Mamuntu, S.AB., mengimbau masyarakat untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah menyusul dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang turut dirasakan di wilayah Kota Bitung.

Imbauan tersebut disampaikan Mario saat ditemui di kediamannya, Kamis (15/10/2026). Ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Menurut Mario, penggunaan masker menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi paparan asap. Selain itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), dan ibu hamil.

Perbanyak minum air putih dan konsumsi makanan bergizi seimbang. Tutup jendela dan pintu rumah untuk mengurangi masuknya asap, serta jaga kebersihan lingkungan. Jangan membakar lahan maupun sampah karena dapat memperparah kondisi kabut asap,” kata Mamuntu.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) DPC Kota Bitung tersebut juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gejala gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap, seperti batuk, pilek, sesak napas, iritasi mata, hingga tenggorokan terasa gatal.

Jika mengalami keluhan tersebut, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Selain berdampak terhadap kesehatan, kabut asap juga berpotensi mengurangi jarak pandang, termasuk di wilayah perairan. Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi masyarakat pesisir yang sehari-hari beraktivitas di laut.

Karena itu, Mario secara khusus mengimbau para nelayan agar meningkatkan kewaspadaan saat melaut. Jarak pandang yang terbatas dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan mengancam keselamatan nelayan selama beraktivitas di laut.

Kabut asap karhutla dapat mengganggu kesehatan dan jarak pandang. Mari kita bersama-sama mencegah dan mengurangi dampaknya, menjaga kesehatan, menjaga lingkungan, serta melindungi diri dan keluarga,” ajaknya.

Mario berharap masyarakat dapat menerapkan langkah-langkah pencegahan tersebut sekaligus berperan aktif menjaga lingkungan agar kondisi kabut asap tidak semakin parah.

Ia juga berharap penanganan kebakaran hutan dan lahan dapat dilakukan secara maksimal melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi hingga pemerintah daerah.

Semoga bencana karhutla ini cepat selesai melalui kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi hingga pemerintah daerah,” pungkasnya. (f**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *