Oknum Aleg Kotamobagu Sorot Rolling ASN, Ali: Pernyataan Asal Bunyi

banner 120x600

RSOL–Rakyat Sulut, Kotamobagu — Rolling Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Kotamobagu. Alhasil mendapat reaksi dari oknum Anggota Legislatif (Aleg) alias Anggota DPRD Kotamobagu.

Reaksi tersebut mencuat saat Rapat Paripurna DPRD Kotamobagu pada Senin 19 Mei 2025. Pasalnya, rolling tidak melalui kajian yang matang.

Untuk itu, sorotan Anggota DPRD tersebut langsung mendapat tanggapan tajam dari Lembaga Pemantau Pemerintah Bolaang Mongondow (Bolmong) Ali Imran Aduka.

Ali Imran Aduka menilai bahwa oknum Aleg terkait sedang memainkan penggiringan opini, yang sasarannya sudah jelas Walikota Wenny Gaib.

“Kami mencium aromanya cukup provokatif,” yakin Ali kepada Rakyat Sulut (Grup RSOL), Selasa (20/5/2025).

Bahkan, Ali menegaskan bahwa kelihatan oknum Aleg menggiring ASN ke wilayah politik. Untuk itu, Ali menilai bahwa oknum Aleg terkait mengetahui ada ASN yang terlibat dalam politik praktis pada Pilkada 2024. “Jika benar, maka coba beberkan nama-nama ASN itu. Sehingga bisa ditindak lanjuti oleh Walikota. Karena setahu kami ASN itu tidak bisa berpolitik praktis, dan pernyataan oknum Aleg itu bentuk dari provokatif,” tegasnya lagi.

Selain itu, lanjut Ali, pernyataan tersebut sangat beraroma asal bunyi dan buta terhadap regulasi yang mengatur soal ASN. Maka demikian, ini bisa disimpulkan bahwa oknum Aleg itu Asbun. “Karena saya juga sudah membaca regulasi bahwa tidak ada larangan terkait rotasi yang dimaksudkan. Dan pernyataan oknum Aleg menuding Pemkot tidak profesional dalam penempatan rolling. Maka saya tegaskan bahwa justru pernyataan tersebut tidak profesional dan mendasar,” kesal Ali dengan nada meninggi.

Tentunya oknum legislator itu, lanjut lagi Ali, untuk fokus pada kerja-kerja kerakyatan. Maka demikian, alangkah baiknya mengurus hal-hal yang lebih substansial terkait dengan persoalan kemasyarakatan agar tidak merugikan uang rakyat yang telah menggaji DPR. “Justru oknum Aleg kemungkinan banyak berjanji kepada beberapa oknum ASN yang mendukung calon yang diperjuangkanya. Namun gagal terpilih, dan balik menuding pemerintah yang dipilih secara demokratis,” ungkapnya.

Ia menduga bahwa mungkin oknum Aleg telah banyak menjanjikan kepada beberapa ASN waktu Pilkada kemarin, dan hari ini tidak terwujud.

“Sehingga oknum Aleg ini sudah membabi buta menuding Pemkot telah melakukan balas dendam politik, yang sebenarnya tidak terjadi,” kunci Aduka. (jux/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *