RSOL, Rakyat Sulut, Bolmong — Patut diapresiasi, gerak cepat ditunjukan Polda Sulawesi Utara dalam melakukan penanganan pasca-banjir bandang yang menerjang Desa Solimandungan 1 dan Desa Solimandungan 2, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses evakuasi dan pemulihan pascabencana demi keselamatan masyarakat.
Ratusan personel Polri dari fungsi Samapta dan Brimob Polda Sulut dikerahkan menuju lokasi terdampak. Pengerahan kekuatan ini menjadi bentuk komitmen Polri dalam memberikan bantuan kemanusiaan secara cepat dan terukur.
Misi kemanusiaan tersebut dipantau langsung oleh Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Awi Setiyono yang hadir di lokasi bencana, Kamis (28/5/2026). Kehadiran pimpinan Polda Sulut menunjukkan keseriusan institusi dalam mendampingi masyarakat yang terdampak.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan yang datang ke lokasi bencana mendampingi Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono, menyampaikan bahwa operasi kemanusiaan ini melibatkan ratusan personel Polda Sulut bersama Polres Bolmong dan instansi terkait lainnya.
Personel Polda Sulut ini tidak bekerja sendiri. Setibanya di lokasi, mereka langsung melebur dan berkolaborasi dengan Polres Bolmong, jajaran TNI, pemerintah daerah, serta relawan masyarakat. Fokus utama kami adalah keselamatan warga,” ujar Kombes Pol Alamsyah.
Selain pasukan, Polda Sulut juga mengerahkan sarana dan prasana SAR untuk membantu proses evakuasi dan pemulihan pasca bencana.
Kehadiran Polri di tengah masyarakat pasca bencana diharapkan dapat memberikan rasa aman dan mempercepat proses pemulihan. Upaya ini merupakan wujud nyata Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Dengan sinergi seluruh unsur yang terlibat, Polda Sulut optimistis kondisi di Kabupaten Bolaang Mongondow dapat segera pulih. Polri berkomitmen terus mendampingi masyarakat hingga situasi kembali normal dan aktivitas warga dapat berjalan seperti sedia kala.
Hingga saat ini, proses penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak masih terus berlangsung dengan pengawasan ketat dari aparat gabungan TNI-Polri bersama pemerintah setempat. (fik)















