Rakyat Sulut, Ratahan – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 H. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra) mengambil langkah proaktif untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Melalui Dinas Perindagkop, pemerintah menggelar Operasi Pasar Murah yang dipusatkan di Kantor Lurah Tosuraya, Kecamatan Ratahan, pada Jumat 13 Maret 2026.
Kegiatan strategis ini bertujuan utama untuk mengendalikan laju inflasi daerah serta memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat di tengah tren kenaikan harga menjelang hari raya.
Wakil Bupati Minahasa Tenggara Fredy Tuda menegaskan bahwa agenda ini merupakan bentuk kehadiran negara di tengah kesulitan masyarakat.
“Kita semua tahu, menjelang Idul Fitri, permintaan kebutuhan pokok biasanya meningkat yang seringkali diikuti dengan kenaikan harga. Operasi Pasar Murah ini hadir bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah nyata intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga bersubsidi,” ujar Fredy dalam sambutannya.
Dia menegaskan, guna memastikan jangkauan yang lebih luas, Pemkab Mitra tidak hanya memfokuskan kegiatan di Ratahan. Operasi Pasar Murah ini juga dilaksanakan secara serentak di beberapa titik strategis lainnya, termasuk di Kecamatan Tombatu Timur dan Kecamatan Tombatu.
“Pemerintah berharap dengan adanya subsidi harga ini, daya beli masyarakat kurang mampu tetap terjaga dan pasokan pangan di seluruh wilayah Minahasa Tenggara tetap stabil hingga hari kemenangan tiba,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dikawal oleh jajaran Forkopimda dan pejabat terkait, menunjukkan sinergi kuat dalam menjaga kondusivitas daerah. Tampak hadir dalam kegiatan Kompol Melky Makawahe, SE (Wakapolres Mitra), Kapten Inf Noby Rori (Danramil Belang, mewakili Dandim 1302 Minahasa), Phebe Punuindoong, SH (Asisten Perekonomian dan Pembangunan), Arce Kalalo, SH, MH (Camat Ratahan) dan ajaran Dinas Perindagkop Mitra. Masyarakat antusias mendatangi lokasi sejak pagi hari untuk mendapatkan komoditas pangan seperti beras, gula, minyak goreng, dan kebutuhan lainnya dengan harga yang jauh lebih miring dibanding harga pasar konvensional.(*map)














