RSOL/rakyatsulutonline.com, Bitung — Wali Kota Bitung, Hengky Honandar SE., menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dalam rangka penanganan darurat bencana gempa bumi yang digelar oleh Pemerintah Sulawesi Utara bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI dan Menko PMK (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) melalui Zoom Meeting di Merdeka Lounge, Kantor Walikota Bitung, Kamis (2/4/2026).
Dalam rapat tersebut, Wali Kota Hengky Honandar didampingi Kalak BPBD Kota Bitung, dan sejumlah pejabat terkait lainnya. Tujuan dari rapat koordinasi ini
meliputi percepatan penanganan dampak gempa, data kerusakan, serta penyaluran bantuan darurat untuk memastikan situasi terkendali dan masyarakat aman.
Rapat Koordinasi ini dipimpin langsung oleh Menko PMK RI, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc, bersama Kepala BNPB RI, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, S.Sos., M.M, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, beserta para kepala daerah di wilayah terdampak.
Dalam arahannya, Menko PMK Prof. Dr. Pratikno menyampaikan sejumlah langkah strategis yang harus segera dilakukan pemerintah daerah pasca gempa bumi yang melanda wilayah Sulawesi Utara (Sulut).
Pertama, pemerintah daerah diminta segera menetapkan status tanggap darurat bagi kabupaten/kota yang terdampak bencana.
Kedua, dilakukan aktivasi Pos Komando Tanggap Darurat di wilayah terdampak guna mempermudah koordinasi dalam pendataan dampak, pelaksanaan pencarian dan pertolongan, serta penanganan pengungsi apabila diperlukan.
Ketiga, pemerintah daerah bersama Kementerian maupun dinas terkait seperti PU dan Perkim diminta segera melakukan asesmen terhadap kelaikan bangunan, khususnya fasilitas publik seperti perkantoran, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, dan pendidikan.
Selain itu, Masyarakat yang mengalami kerusakan rumah akibat gempa juga diimbau untuk segera melaporkan kerusakan tersebut kepada BPBD setempat atau aparat pemerintah di tingkat desa maupun kelurahan dengan melampirkan dokumentasi kerusakan untuk proses pendataan kerugian dan penanganan lebih lanjut.
Dalam rapat tersebut juga ditegaskan bahwa unsur Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) diminta mengoptimalkan upaya pencarian dan pertolongan di wilayah terdampak.
Sementara itu, pemerintah daerah juga diminta segera melakukan pendataan kebutuhan logistik, baik permakanan maupun non-permakanan, guna memastikan penanganan masyarakat terdampak dan pengungsi dapat berjalan optimal.
Usai mengikuti rapat koordinasi, Wali Kota Hengky Honandar langsung menindaklanjuti arahan tersebut dengan menginstruksikan seluruh Camat dan Lurah untuk meningkatkan kewaspadaan serta aktif memonitor kondisi wilayah masing-masing.
“Segera lakukan pemantauan di lapangan, jika ada rumah atau fasilitas yang mengalami kerusakan, untuk segera melapor ke posko BPBD”, tegas Wali Kota Bitung.
Lebih jauh, Hengky Honandar juga menyampaikan, pemerintah daerah diminta segera mengaktifkan Pos Komando Tanggap Darurat, sebagai pusat koordinasi untuk pendataan dampak bencana, operasi pencarian dan pertolongan, serta penanganan pengungsi apabila diperlukan.
“Pentingnya asesmen cepat terhadap kelayakan bangunan, khususnya fasilitas publik seperti perkantoran, rumah ibadah,
dan fasilitas kesehatan, serta sarana pendidikan. Selain itu, Asesmen ini akan dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum maupun dinas terkait di daerah”, tambah Honandar.
Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar segera melaporkan jika terjadi kerusakan, dengan disertai bukti dokumentasi, untuk BPBD kota Bitung dan aparat setempat, yakni Camat serta Lurah agar melakukan pendataan yang akurat. Dengan data tersebut, akan menentukan besar kerugian serta proses bantuan perbaikan.
“Pemerintah Kota Bitung memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi serta memantau kondisi di lapangan guna memastikan keselamatan masyarakat dan penanganan dampak gempa berjalan dengan cepat dan terkoordinasi”, tutup Honandar. (fik)















