RSOL, Rakyat Sulut- KOTAMOBAGU – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulut-Go), menegaskan tidak akan mentolerir praktik penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi secara ilegal.
Penegasan tersebut mencuat menyusul pengungkapan kasus dugaan pengiriman sekitar 16 ribu liter Biosolar bersubsidi, yang diduga akan disalurkan kepada pengusaha tambang di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Pengiriman tersebut berhasil digagalkan jajaran Satreskrim Polres Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).
Sales Branch Manager (SBM) II Fuel Pertamina Patra Niaga SulutGo, Aditya Taufiq Ramadhan, mengatakan Pertamina memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan terhadap SPBU, yang terbukti melakukan pelanggaran dalam proses penyaluran BBM, khususnya Pertalite dan Biosolar.
“Yang bisa saya sampaikan sebagai pihak SBM, tentunya kami mempunyai kewenangan untuk menindak SPBU nakal, yang ada di wilayah SulutGo,” ujar Aditya pada Rakyat Sulut.
Ia menegaskan, apabila ditemukan adanya dugaan penyaluran BBM bersubsidi secara ilegal, pihak Pertamina akan menyerahkan penanganannya kepada Aparat Penegak Hukum (APH), untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Jika ada penyaluran ilegal jenis BBM Pertalite dan Solar, tentunya akan kami serahkan kepada APH untuk menyelidikinya,” tegasnya.
Menurut Aditya, Pertamina akan terus memperketat pengawasan, terhadap distribusi Biosolar bersubsidi, agar penyalurannya benar-benar sesuai ketentuan, dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berhak.
Aditya menambahkan, Pertamina tidak akan ragu mengambil langkah tegas, apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya pelanggaran, dalam proses pengisian maupun penyaluran BBM bersubsidi di SPBU.
“Jika ada pengisian yang tidak sesuai dengan ketentuan di SPBU tersebut, kami akan melakukan langkah tegas,” pungkasnya.
Sikap Pertamina tersebut menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelola SPBU di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo agar tidak bermain-main dengan distribusi BBM bersubsidi.
Kasus dugaan pengiriman 16 ribu liter Biosolar bersubsidi yang diduga menuju pengusaha tambang di Pohuwato, kini menjadi sorotan. Penyelidikan diharapkan mampu mengungkap dari mana BBM tersebut diperoleh, siapa pihak yang terlibat, serta apakah terdapat pelanggaran dalam rantai distribusi BBM subsidi. (jux)












