Satu-Satunya Wali Kota di Sulut Berani Bongkar Dugaan Kongkalikong BBM, Warga Apresiasi

banner 120x600

RSOL, Rakyat Sulut- KOTAMOBAGU – Wali Kota Kotamoagu Weny Gaib merupakan salah satu Kepala Daerah di Sulut, Berani Bongkar Kongkalingkong BBM berjenis Bio Solar. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu yang terjadi, hangatnya antrean kendaraan BBM berjenis pertalite maupun Bio solar.

Sekitar pukul 02.25 WITA, Selasa (8/9/2026), Weny melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPBU. Salah satunya SPBU di Desa Pontodon, Kecamatan Kotamobagu Utara.

Di lokasi, Weny mendapati sebuah truk tengah melakukan pengisian BBM jenis Biosolar dengan membawa ratusan jeriken berkapasitas 25 liter.

Pemandangan tersebut langsung mendapat perhatian Wali Kota.

Weny kemudian mempertanyakan aktivitas pengisian tersebut kepada pihak yang berada di lokasi.

“Kalian sudah melakukan hal seperti ini?” tanya Weny.

Tak berhenti di situ, Weny menegaskan bahwa Biosolar bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat, yang memenuhi ketentuan.

“Minyak ini untuk masyarakat. Berarti kalian sudah sering melakukan hal seperti ini?” tegasnya.

Sidak tersebut dilakukan Weny setelah sebelumnya persoalan antrean BBM, baik Pertalite maupun Biosolar, menjadi keluhan masyarakat di sejumlah SPBU di Kotamobagu.

Irma Dondo, warga Pontodon, mengaku mendukung langkah Wali Kota yang turun langsung, memantau aktivitas penyaluran BBM.

Menurutnya, masyarakat selama ini kesulitan mendapatkan BBM, sementara aktivitas pengisian dalam jumlah besar pada malam hingga dini hari, menjadi perhatian warga.

Irma menyebut masyarakat kerap mengetahui adanya kendaraan Pertamina yang masuk, pada malam hari. Namun ketika warga hendak mendapatkan BBM pada pagi hari, sering muncul informasi bahwa stok tidak tersedia.

“Jadi dengan adanya pengawasan pemerintah ini, sangat membantu kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Irma, aktivitas pengisian pada dini hari juga membuat masyarakat tidak mengetahui, bagaimana BBM tersebut kemudian disalurkan.

“Mereka melakukan saat malam, jam 2, 3, sampai 4. Kami saat tidur, mereka akan berbagi BBM tersebut kepada tukang tap,” ungkapnya.

Sementara itu, dukungan serupa disampaikan Yun Hamim, warga Biga. Ia menilai langkah Wali Kota melakukan sidak merupakan bentuk keberpihakan terhadap masyarakat, yang selama ini kesulitan memperoleh BBM.

Yun berharap pengawasan tersebut, dapat mencegah terjadinya penyaluran yang tidak tepat sasaran, maupun dugaan penimbunan BBM bersubsidi.

“Kami berharap agar tidak ada lagi penimbunan BBM ini,” jelasnya (jux)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *