RSOL, Rakyat Sulut-KOTAMOBAGU — Gairah olahraga catur di Kota Kotamobagu kembali menggeliat. Para pecatur dari berbagai kalangan bakal adu strategi dalam Turnamen Terbuka Catur Almont Squad 2026, yang akan digelar pada 12–13 September 2026 di Jantung Kota Chess, Kotamobagu.
Turnamen ini digelar dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 yang jatuh pada 9 September. Mengusung semangat “Gens una sumus—Kita adalah satu keluarga”, ajang ini tak sekadar menjadi arena perebutan gelar juara, tetapi juga ruang untuk mengasah kemampuan, menjalin persaudaraan, dan memperkuat eksistensi olahraga catur di Kotamobagu.
Kegiatan tersebut disponsori Ali Mamonto, dengan dukungan Percasi Kotamobagu dan PT Global Emas Jaya (GEJ).
Sejumlah tokoh turut memberikan perhatian terhadap turnamen ini. Salah satunya dr. Jusnan Calam Mokoginta, yang menilai olahraga catur memiliki peran penting dalam membangun budaya berpikir, ketelitian, sportivitas, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, catur bukan sekadar permainan untuk menentukan menang atau kalah. Di balik setiap bidak yang digerakkan, terdapat proses berpikir, perhitungan, kesabaran, dan strategi.
“Catur adalah olahraga yang melatih kecerdasan sekaligus karakter. Setiap langkah harus diperhitungkan dengan matang, karena satu keputusan bisa menentukan hasil akhir. Saya berharap turnamen seperti ini terus berkembang dan menjadi ruang bagi generasi muda untuk berprestasi, sekaligus mempererat silaturahmi,” ujar Jusnan.
Dua Kategori, Hadiah Rp6,5 Juta
Panitia membuka dua kategori pertandingan, yakni Kategori Umum (Terbuka) serta Kategori Khusus yang diperuntukkan bagi TNI/Polri, pers, dan LSM.
Pertandingan menggunakan sistem catur cepat 10+3 dengan format Swiss System 7 babak. Pelaksanaan babak akan disesuaikan dengan jumlah peserta yang terdaftar.
Tak tanggung-tanggung, total hadiah yang disiapkan panitia mencapai Rp6,5 juta.
Untuk masing-masing kategori, juara pertama mendapatkan Rp1 juta, juara kedua Rp750 ribu, juara ketiga Rp500 ribu, juara keempat Rp300 ribu, dan juara kelima Rp200 ribu. Sementara peringkat keenam hingga kesepuluh masing-masing mendapatkan Rp100 ribu.
Meski hadiah menjadi salah satu daya tarik, panitia menegaskan bahwa turnamen ini tidak semata-mata mengejar hadiah.
Lebih dari itu, pertandingan diharapkan menjadi wadah mempertemukan pecatur dari berbagai latar belakang sekaligus memperkuat silaturahmi melalui olahraga.
Jusnan pun mendorong agar olahraga catur terus mendapat ruang dan perhatian di Kotamobagu.
“Yang terpenting bukan hanya soal memenangkan pertandingan, tetapi bagaimana kita membangun semangat sportivitas, menghargai lawan dan terus meningkatkan kemampuan. Dari papan catur kita belajar bahwa setiap langkah harus dipikirkan, dan dalam kehidupan pun demikian,” tuturnya.
Pecatur Mulai Bersiap
Antusiasme peserta mulai terasa. Format pertandingan terbuka menjadi salah satu daya tarik karena memberikan kesempatan bagi pecatur untuk mengukur kemampuan menghadapi lawan dengan karakter permainan dan strategi yang beragam.
Salah seorang peserta mengaku antusias mengikuti turnamen tersebut.
“Kami tentu antusias. Turnamen seperti ini menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan dan menambah pengalaman. Persaingan pasti ketat, tetapi yang paling penting adalah bisa bertanding secara sportif dan bertemu dengan sesama pecatur,” ujarnya.
Untuk mengikuti turnamen, peserta dikenakan biaya pendaftaran Rp25 ribu.
Peserta diwajibkan membawa satu set catur dan jam catur, serta mengenakan pakaian bebas, rapi, dan bersepatu.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui kontak panitia Parindo Potabuga (085756957817) dan Delianto Bengga (085240161403).
Dengan hadiah jutaan rupiah, format pertandingan cepat, serta dua kategori yang terbuka bagi berbagai kalangan, Turnamen Terbuka Catur Almont Squad 2026 diproyeksikan menjadi salah satu ajang catur yang menarik perhatian para pecatur di Kotamobagu dan sekitarnya.
Panitia mengajak seluruh pecinta catur untuk ambil bagian dalam momentum tersebut.
“Satu langkah tepat, menuju kemenangan sejati.” (***)














