RSOL—Rakyat Sulut, Manado – Tensi dan gelagat politik internal Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) terus memanas hingga kini. Dualisme, bahkan tigalisme kepengurusan level nasional maupun provinsi tak bisa dimunafikan.
Organisasi yang memiliki fungsi sebagai ‘laboratorium’ penggemblengan dan perjuangan pemuda serta wadah komunikasi lintas organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan ini, beberapa tahun ini mengalami dinamika internal yang belum memiliki titik temu.
Sekretaris DPD KNPI Sulawesi Utara Rusli Umar mengatakan bahwa pihaknya menanggapi serius keterbelahan pengurus KNPI Pusat dan Musda KNPI Sulut.
“Keterbelahan kepengurusan KNPI bermula dari pusat, berjenjang turun ke tingkat provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan. Dinamika yang cukup panjang agar kita sikapi dengan arif dan bijaksana,” ujar Rusli kepada Harian Rakyat Sulut (Grup RSOL), Minggu (4/5/2025) sore.
Dia menegaskan bahwa DPP KNPI di Jakarta sudah menyampaikan bahwa Pemerintah Pusat sedang terus berupaya meleburkan kembali kepengurusan KNPI menjadi utuh bersatu dengan mekanisme organisasi berdasarkan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah.
“Terhadap digelarnya Musyawarah Daerah (MUSDA) Pemuda/KNPI Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Bung Rifki Roring. Kami memahami itu sebagai upaya menjalankan roda organisasi sebagaimana umum dan mestinya. Kami memahami suasana kebathinan itu dan menghargai posisi dan sikap Bung Rifki Roring beserta jajarannya. Karena prinsipnya, keterbelahan kepengurusan KNPI murni akibat dinamika dan keterbelahan di tingkat pusat,” urai mantan Ketua Umum PMII Cabang Manado ini.
Secara genealogi organisatoris, lanjut Abeng sapaan akrabnya, riwayat keterbelahan dan hal prinsip organisatoris yang mendasarinya. Maka demikian, pihaknya tidak perlu merasa mengungkapnya secara detail pada momentum ini. “Semua pihak dapat menilai peristiwa Kongres Pemuda di Bogor dan Ternate. Dokumen absah dan jejak digital runutan peristiwa Kongres dapat diakses publik melalui korespondensi maupun telusuran lamanberita dan media daring (online) dan media sosial arus utama (mainstream),” jelasnya lagi.
Untuk itu, Rusli menekankan bahwa pernyataan resmi pihaknya ini dibuat tanpa tendensius dan tetap menjunjung tinggi rasa persaudaraan dalam keluarga besar KNPI sebagai wadah berhimpun organisai – organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan (OKP). “Kami juga mengapresiasi sahabat-sahabat yang telah melaksanakan Musda dan menunjuk nakhoda kepemimpinan yang baru. Dengan penuh rasa tanggung jawab, kami sampaikan bahwa KNPI Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Amas Mahmud (Ketua) dan Rusli Umar (Sekretaris) akan menyelenggarakan Musda Pemuda/KNPI Sulawesi Utara. Acaranya dalam waktu yang tidak lama menyesuaikan koordinasi berjalan dengan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, KODAM XIII Merdeka dan pihak terkait lainnya. Kami menghimbau pengurus daerah KNPI Kabupaten Kota Se-Sulawesi Utara agar mempersiapkan diri dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah masing-masing,” pinta aktivis Ansor ini.
Dia mengajak seluruh pemuda Sulawesi Utara, khususnya pimpinan organisasi kemahasiswaan dan pemuda (OKP) untuk dapat menyukseskan Musda KNPI Sulawesi Utara. Bahwa sebahagian dari berselisih pandangan tentang kepemimpinan KNPI yang terbelah dan mengambil sikap berbeda.
“Kami memahami itu sebagai sebuah proses dinamika. Dalam waktu yang mesti tidak lama lagi melalui upaya cermat pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, kita akan merasakan kembali suasana kepemudaan di satu rumah besar beratap kehangatan dan optimisme menyongsong kebangkitan pemuda, peleburan dan penyatuan KNPI. Setelah penyatuan KNPI ini, tentunya dengan penuh hikmat, kami mengikuti arahan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk memfasilitasi dan memediasi langkah dan proses penyatuan KNPI Sulawesi Utara,” demikian Rusli.(mis/lex)















