MINUT rakyatsulutonline –Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) segera merespons keluhan masyarakat terkait kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 kilogram dengan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik usaha di Kecamatan Airmadidi dan Kalawat. Langkah ini dilakukan dalam kerja sama dengan PT Pertamina dan Polres Minahasa Utara.

Sidak dilakukan setelah sering terjadi kekosongan stok komoditas bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan khusus bagi rumah tangga sasaran dan usaha mikro. Kegiatan dipimpin langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Minut, Robby Parengkuan.
Turut mendampingi dalam pengawasan lapangan antara lain Perwakilan Pertamina Ahmad Fernando, Humas Hiswana Migas Anita Kumayas, Kasat Intel Polres Minahasa Utara AKP Steven Taniowas, SH, Sekertaris Perdagangan Melky Wantania beserta rombongan. Pemeriksaan difokuskan pada pangkalan dan rumah makan di kedua kecamatan tersebut.
Tim melakukan pengecekan menyeluruh terhadap ketersediaan dan jenis tabung gas yang digunakan mulai dari pangkalan hingga dapur operasional. “Kami melakukan pengawasan intensif untuk memastikan penyaluran LPG bersubsidi tepat sasaran. Sidak ini merupakan respons pemerintah atas laporan kelangkaan yang meresahkan warga,” ujar Robby Parengkuan.
Dalam pemeriksaan ditemukan beberapa pengusaha yang menggunakan LPG 3 kg tanpa menggunakan LPG non-subsidi (Bright Gas). “Saat itu juga kami memberikan arahan kepada pengusaha,” tambahnya.
Ahmad Fernando dari Pertamina menyampaikan, “Dari pantauan di lapangan saat ini, kami mendapati pengusaha yang menyalahi aturan menggunakan LPG 3Kg tetapi telah ditukar dengan gas melon.” ujar Ahmad.
Senada dengan itu, Anita Kumayas menambahkan, “Dalam monitoring hari ini tim mendapati pengusaha londri dan rumah makan menggunakan LPG 3kg dan langsung diganti melon 5kg.” singkatnya.
Dengan adanya Sidak tersebut, Pemkab Minut bersama Pertamina berkomitmen akan terus menelusuri rantai distribusi untuk menemukan penyebab pasti kelangkaan, baik karena kendala distribusi maupun adanya penimbunan oleh oknum tertentu.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan melaporkan penyalahgunaan LPG bersubsidi yang ditemukan agar ketersediaan stok kembali stabil.














