Gelar Pelatihan, Ellen Honandar Sondakh Dorong Penguatan Ekonomi Hijau

banner 120x600

RSOL, RAKYATSULUTONLINE.COM, BITUNG, Dengan penuh semangat, Ketua Dekranasda Kota Bitung Ny. Ellen Honandar Sondakh SE., didampingi Wakil Ketua Dekranasda Ny. Jacinta Maribell Maringka Gumolung, mendorong penguatan ekonomi hijau melalui pelatihan kerajinan berbahan dasar tas kresek.

Pelatihan tersebut berlangsung di Kantor Dekranasda Kota Bitung, Selasa (9/6/2026) yang diikuti perwakilan perempuan dari delapan kecamatan di Kota Bitung.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung gerakan pengurangan sampah plastik sekaligus membuka peluang usaha kreatif bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan.

Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Franky Roynar Ladi, S.STP., M.AP. yang mewakili Wali Kota Bitung, Ketua Harian Dekranasda Drs. Rudi Robert Wongkar, bersama jajaran pengurus,
Ketua Pokja II TP PKK Kota Bitung Dra. Ny. Stela Wowiling-Mangkey, M.Si., pengurus Dharma Wanita Persatuan Kota Bitung Ny. Gabriela Salindeho-Bawansel, serta para peserta dari delapan kecamatan se-Kota Bitung.

Ellen Honandar Sondakh dalam sambutannya menegaskan, pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi sampah plastik sekaligus membuka peluang usaha bagimasyarakat, khususnya memperkuat ekonomi keluarga.

“Pelatihan hari ini adalah momen yang luar biasa bagi kota Bitung. Ini membuktikan bahwa warga Bitung, terutama kaum perempuan sebagai motor penggerak lingkungan dan ekonomi yang cerdas. “Tas kresek yang selama ini menjadi limbah dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan bernilai jual,” ujarnya.

Ellen juga menambahkan, program tersebut berjalan seiring dengan program Tim Penggerak PKK Kota Bitung Tahun 2026, yang saat ini tengah menggencarkan pelatihan pembuatan kompos dari sampah rumah tangga di 69 kelurahan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung. Selain itu, kolaborasi dua program tersebut menjadi model pengelolaan sampah terpadu yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Melalui kolaborasi PKK bersama DLH, sampah rumah tangga kita olah menjadi kompos untuk menyuburkan tanah, Sementara Dekranasda membuat sampah plastik seperti tas kresek diubah menjadi produk yang mendatangkan keuntungan. Jika kedua gerakan ini berhasil di seluruh kelurahan, maka Kota Bitung akan menjadi semakin bersih dan ekonomi keluarga akan semakin mandiri,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Ellen juga mengatakan bahwa modal utama dalam usaha kreatif ini bahan baku yang sudah tersedia dan gratis, yakni sampah plastik yang selama ini dianggap tidak bernilai.

“Yang mahal bukan bahan bakunya, tetapi ide, kreativitas, dan ketekunan. Karena itu saya berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan serius, menyerap ilmu dari instruktur, dan berani berinovasi,” tegasnya.

Pelatihan tersebut disambut antusias oleh para peserta, sekaligus terlibat langsung dalam pemanfaatan limbah plastik menjadi berbagai produk kreatif dan bernilai ekonomi.

Melalui kegiatan ini, Dekranasda Kota Bitung tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga menanamkan pola pikir baru bahwa sampah bukan lagi masalah, melainkan sumber daya yang dapat diolah menjadi karya bernilai tinggi. Ini sebagai langkah nyata yang diyakini mampu membawa dampak besar bagi lingkungan, pemberdayaan perempuan, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Bitung. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *