Sidak Dini Hari Bongkar Dugaan Permainan Biosolar di Pontodon, Truk Kuning Jadi Sorotan

banner 120x600

RSOL, Rakyat Sulut- KOTAMOBAGU — Temuan ratusan jeriken berisi/siap menampung Biosolar serta kendaraan dump truck dalam sidak dini hari di SPBU Pontodon, Kecamatan Kotamobagu Utara, Selasa (8/9/2026), mulai membuka pertanyaan baru. Salah satunya terkait siapa pemilik atau pihak yang berada di balik kendaraan yang diduga digunakan dalam aktivitas pengambilan BBM bersubsidi tersebut.

Sidak yang dilakukan Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib bersama jajaran DPRD dan Forkopimda sekitar pukul 02.00 WITA itu menemukan aktivitas pengisian solar dalam jumlah besar. Di lokasi terdapat dump truck dengan tangki rakitan berukuran besar serta ratusan jeriken berkapasitas sekitar 25 liter.

Temuan tersebut menjadi sorotan karena terjadi di tengah keluhan masyarakat mengenai sulitnya mendapatkan BBM dan antrean panjang di sejumlah SPBU.

Wali Kota Weny Gaib bahkan mempertanyakan langsung aktivitas tersebut kepada pihak SPBU. Ia menegaskan bahwa BBM yang disalurkan melalui SPBU harus diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak dan tidak boleh dimanfaatkan dengan cara yang merugikan masyarakat.

Sorotan Mengarah ke Truk Kuning

Di tengah proses penelusuran, menemukan adanya dugaan keterkaitan kendaraan truk berwarna kuning yang berada dalam rangkaian aktivitas tersebut dengan seseorang berinisial BK.

Namun, informasi mengenai dugaan kepemilikan tersebut belum dapat dipastikan sebagai fakta hukum. Masih menempatkan informasi itu sebagai temuan awal berdasarkan penelusuran media. Kepastian mengenai siapa pemilik kendaraan, siapa yang mengendalikan aktivitas pengangkutan BBM, serta untuk siapa Biosolar tersebut diperuntukkan masih menunggu pendalaman aparat penegak hukum, khususnya Polres Kotamobagu.

Sebelumnya, Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik menyatakan pihaknya telah melakukan pengecekan dan pendataan terkait temuan pengisian BBM bersubsidi menggunakan tandon dan jeriken dalam jumlah besar. Polisi juga disebut tengah menelusuri kepemilikan jeriken, peruntukan BBM, hingga legalitas aktivitas pengisian tersebut.

Siapa Pemiliknya dan Ke Mana Solar Dibawa?

Pertanyaan terbesar setelah sidak tersebut bukan hanya mengenai keberadaan ratusan jeriken.

Publik juga menunggu kejelasan mengenai siapa pemilik kendaraan, siapa pembeli BBM, berapa banyak solar yang telah diambil, serta ke mana BBM tersebut selanjutnya dibawa.

Jika benar terdapat pihak tertentu yang secara rutin mengambil Biosolar bersubsidi menggunakan kendaraan dan wadah penampungan dalam jumlah besar, maka aparat perlu mengurai seluruh rantai aktivitas tersebut secara menyeluruh.

Apalagi, temuan itu terjadi ketika masyarakat masih harus berjuang mendapatkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari.

Pertamina sendiri disebut akan menindaklanjuti temuan tersebut. Bahkan, pihak Pertamina Patra Niaga SulutGo menyatakan adanya kemungkinan sanksi terhadap SPBU apabila kemudian terbukti terjadi pelanggaran dalam penyaluran Biosolar bersubsidi.

Menunggu Pendalaman Polres Kotamobagu

Dugaan keterkaitan truk kuning dengan sosok berinisial BK kini menjadi salah satu informasi yang perlu diverifikasi lebih lanjut.

tidak menempatkan dugaan tersebut sebagai kesimpulan, sebab kepastian mengenai pemilik kendaraan maupun pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas tersebut merupakan kewenangan aparat setelah melalui pemeriksaan dan pembuktian.

Publik kini menunggu hasil pendalaman Polres Kotamobagu: siapa pemilik sebenarnya truk tersebut, siapa yang berada di balik pembelian solar dalam jumlah besar, serta apakah aktivitas tersebut melanggar ketentuan distribusi BBM bersubsidi.

Temuan di SPBU Pontodon pun berpotensi menjadi pintu masuk untuk mengungkap lebih jauh pola distribusi Biosolar dalam jumlah besar yang selama ini dikeluhkan masyarakat. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *