RAKYATSULUT, MANADO— Aksi Preman berkedok Debcollector di Kota Manado kian meresahkan.
Kali ini korbannya seorang wartawan senior bernama Rahman Ismail (41).
Mobil jenis Agiya berwarna kuning dengan nomor polisi DB 1698 LV atas nama nasabah Ilham Imron yang dikendarai Rahman dibilangan jalan sudirman itu ditarik paksa oleh komplotan deep kolektor bernama Olan cs yang mengaku karyawan dari Finance Kredit Plus Manado.
“Saya dicegat dan dihadang layaknya mereka seorang aparat penegak hukum. Barang berharga saya dimobil lenyap dan saya sudah melaporkan kejadian ke Polresta Manado namun tak kunjung ditindak lanjuti,” ungkap Rahman kepada sejumlah awak media pada Minggu (11/5/2025) dini hari.
Komplotan pelaku sempat mengancam korban dan menyuruh korban untuk mengikuti arahan yang diperintahkan olehnya.
“Jangan saling bikin susah nanti mau susah sendiri kamu,” kata Rahman sembari meniru perkataan Ollan.
Karena tak ingin ribut, korban pun memenuhi permintaan para sindikat pencurian bernama Olan ke kantor kredit plus, namun setelah korban tiba di lokasi kejadian suasana jadi lain.
Pelaku Olan cs seketika meminta biaya penarikan sebesar Rp 9 juta kepada korban Rahman, agar mobil bisa dikeluarkan.
Panik dimintai Rp 9 juta, korban berusaha komunikasi baik-baik dan mencoba menghubungi Ilham Imron selaku nama pemilik kontrak mobil Agiya yang dibawanya, dalam kondisi tertekan, pelaku Olan cs lantas mengambil kunci mobil dengan alasan melakukan visit mobil.
“Saya sudah sampaikan sejak awal bahwa di dalam mobil masih ada barang pribadi dan berharga. Mereka janji tidak menurunkan, hanya akan melakukan visit kendaraan, kemudian mengembalikan kendaraan, tapi ternyata mobil di bawa keluar dari area halaman kantor tanpa sepengetahuan saya,” tutup korban.
Hingga berita ini ditayangkan Pihak kepolisian Polresta Manado dibawah pimpinan Kombespol Julianto Sirait yang telah menerima laporan melalui Bripda Devid Bilalu belum melakukan tindakan apapun dan membuat kalangan awak media hingga lembaga swadaya masyarakat (lsm) akan melakukan aksi demo besar-besaran jika Kapolda Irjenpol Royke Langie tak memberantas sindikat tersebut. (Rds)


















