Rakyatsulut, Manado — Kasus penipuan dan penggelapan mobil yang diduga melibatkan oknum ‘peliharaan’ Kredit Plus Finance Manado tak kunjung menemui titik terang.
“Ini sudah hampir sepekan, tapi belum juga naik ke tahap selanjutnya. Padahal bukti dan pengakuan dari terduga pelaku sudah jelas. Kalau tidak mampu lebih baik Polda ambil alih saja perkara ini supaya tidak ada dugaan intervensi dari sana-sini ataupun dugaan kerja sama dengan aparat penegak hukum,” ujar Mat Nur Bongkang pada Jumat (16/5/2025) sore.
Aktivis manado tersebut pun mempertanyakan kapasitas pencegatan kelompotan peliharaan kredit plus manado hingga belum dilakukannya penahanan terhadap para terduga pelaku.
“Lucu, bukti tindak pidana sudah jelas namun belum dilakukan penahanan terhadap pelaku. Polisi seperti tak punya nyali dan ditertawai oleh sindikat tersebut karna kini mereka dibiarkan bebas,” katanya.
Perlu diketahui, sebelumnya Resmob Polda Sulut melakukan penangkapan terhadap kedua sindikat yang terlibat dalam aksi pencegatan terhadap korban bernama Rahman Ismail (41) di jalan sudirman pada Jumat (9/5/2025) sore.
Namun sayangnya upaya penangkapan tersebut sia-sia usai polisi membebaskan kedua terduga pelaku usai merampok barang berharga beserta kendaraan mobil jenis agiya dengan nomor polisi Agiya DB 1968 LV yang dirampas oleh Olan Cs.
“Kami sudah mintai keterangan dari pihak terlibat termasuk korban yang melapor. Kini masih tahapan konfrontasi dan sudah menjadi atensi pimpinan,” jelas Kapolres Kombespol Julianto Sirait melalui Wakasat Reskrim Polresta Manado Iptu Asse Tangnga saat dikonfirmasi via Whatsappnya.
Informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya, terlapor Ilham Imron di hadapan penyidik Polresta Manado pada Rabu (14/5/2025), mengakui telah menggelapkan uang setoran mobil yang diberikan pelapor Rahman Ismail untuk membayar angsuran mobil di Kredit Plus Finance.
Terpantau, Pelaku Ilham telah menjalani pemeriksaan sejak Senin (12/5/2025) dan Rabu (14/5/2025), namun kini masih berkeliaran bebas bersama Ollan Cs yang menyebabkan polemik dikalangan masyarakat. (Rds/*)


















