Setahun YSKVictory Pimpin Sulut, Fondasi Pembangunan Mulai Terbentuk

banner 120x600

Rakyat Sulut, Manado – Masa kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) bersama Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay tak terasa sudah memasuki setahun. Selama setahun ini, YSK bersama Victor sudah banyak berbuat untuk membangun Sulawesi Utara, tanpa juga mengesampingkan hal-hal yang masih kurang, baik masih dalam perencanaan maupun sementara dalam proses.

Keberhasilan keduanya, akhirnya mendapat apresiasi dari Sekretaris DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sulawesi Utara, Harvani Boki. Menurutnya, satu tahun pemerintahan YSK–Victor menunjukkan arah pembangunan yang jelas dengan fondasi yang mulai terbentuk di berbagai sektor strategis di Sulawesi Utara.

‎“Satu tahun kepemimpinan Gubernur YSK patut diapresiasi. Fondasi pembangunan sudah mulai terlihat dan arah kebijakan pemerintah provinsi semakin jelas,” ujar Harvani.

Ia menilai, pada tahun pertama pemerintahan, fokus utama memang bukan menyelesaikan seluruh persoalan daerah, melainkan memastikan mesin pembangunan bergerak ke arah yang benar.

Dia membeberkan beberapa hal, seperti saat bencana YSK turun langsung ke Lokasi-lokasi bencana. Dari sisi ekonomi, kinerja pertumbuhan daerah dinilai cukup positif. Pada triwulan IV tahun 2025, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Utara atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp204,75 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp113,66 triliun. Secara kumulatif, ekonomi Sulut tumbuh sekitar 5,66 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh sektor industri pengolahan yang meningkat hingga 9,97 persen serta ekspor luar negeri yang melonjak sekitar 28,42 persen.

Harvani menilai, angka tersebut menunjukkan bahwa ekonomi Sulawesi Utara mulai bergerak lebih kuat dan membuka peluang pasar yang lebih luas, termasuk ke tingkat internasional.

Selain sektor ekonomi, pemerintah provinsi juga dinilai aktif mendorong penguatan sektor pariwisata sebagai motor pertumbuhan baru. Sejumlah destinasi mulai dibenahi, di antaranya kawasan wisata Bukit Kasih Kanonang, Museum Daerah, hingga upaya pembersihan Danau Tondano. Langkah strategis lainnya adalah pembukaan rute penerbangan internasional langsung dari Seoul Incheon ke Manado serta rute Taipei–Manado yang mulai beroperasi pada 2026.

“Ini menunjukkan keberanian pemerintah membuka konektivitas internasional yang akan berdampak langsung pada sektor pariwisata dan ekonomi daerah,” katanya.

Di bidang pendidikan, pemerintah provinsi juga mempersiapkan pembangunan SMA Taruna Nusantara di Langowan, revitalisasi puluhan sekolah, serta pemberian ribuan beasiswa. Selain itu, Universitas Negeri Manado juga mendapat persetujuan untuk membuka Fakultas Kedokteran.

Program ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur hingga pelayanan kesehatan juga menjadi bagian dari fokus pemerintah provinsi selama setahun terakhir.

Pemerintah provinsi antara lain menggelar gerakan pangan murah di ratusan titik, menyiapkan ribuan hektare lahan padi, serta memperluas akses listrik 24 jam di sejumlah pulau di wilayah kepulauan Sulawesi Utara.

Dalam sektor kesehatan, layanan ambulans hingga kapal klinik diperluas untuk menjangkau daerah terpencil. Sulawesi Utara juga berhasil meraih penghargaan nasional di bidang kesehatan serta UHC Award 2026. ‎

Menurut Harvani, kepemimpinan Gubernur YSK juga terlihat ketika menghadapi berbagai situasi darurat, termasuk saat bencana banjir di Manado dan erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro.

“Gubernur hadir langsung di tengah masyarakat saat krisis. Itu menunjukkan komitmen kepemimpinan yang berpihak pada rakyat,” jelasnya.

Sektor olahraga digelorakan. Persma Manado menggairahkan sepak bola di Sulut bersama dengan cabang olahraga lainnya. Tidak sampai di situ, RTRW mendapat pengesahan substansi dari Kementerian ATR-BPR. Serta Wilayah Pertambangan Rakyat kini disetujui 63 blok, menjadinkan Gubernur YSK sebagai Bapak Pertambangan Rakyat.

Ia menambahkan, satu tahun pemerintahan YSK–Victor menjadi fondasi awal bagi percepatan pembangunan Sulawesi Utara ke depan, dengan visi menjadikan daerah ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia serta gerbang perdagangan dan pariwisata di kawasan Pasifik.

“Perjalanan masih panjang, tetapi fondasi sudah diletakkan. Harapannya Sulawesi Utara semakin maju, pembangunan semakin merata, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” kunci Boki.(*mis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *