Safari Ramadhan di Bitung, Gubernur Yulius Sebut Bitung Sebagai Moderasi Beragama di Sulut

banner 120x600

RSOL/Rakyatsulutonline.com, BITUNG— Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus didampingi Istri tercinta Ny. Anik Yulius Selvanus juga sebagai Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menghadiri Safari Ramadhan dan buka puasa bersama Pemerintah Kota Bitung dan masyarakat, yang berlangsung di Masjid Agung Nurul Huda, Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa, Jumat (13/3/2026).

Kedatangan Gubernur bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sulut disambut oleh Wali Kota Hengky Honandar SE., bersama Ketua TP PKK Kota Bitung, Ny Ellen Honandar Sondakh, dan Wakil Wali Kota Randito Maringka, Sekretaris Daerah Ir. Rudy Theno bersama Ketua DWP Ny. Nurjaya Theno Munarwin, serta seluruh jajaran pejabat di lingkup Pemerintah Kota Bitung.

Kehadiran Gubernur dalam rangka safari Ramadhan juga disambut hangat masyarakat kota Bitung. Momentum tersebut menjadi ruang silaturahmi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi utara dengan Pemerintah Kota Bitung serta masyarakat, sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman.

Gubernur Yulius Selvanus dalam sambutannya, mengatakan bahwa dirinya
memiliki kenangan khusus dengan Kota Bitung. Beliau bernostalgia sekitar satu tahun yang lalu saat menghadiri kegiatan sunatan massal ketika masih berstatus sebagai calon gubernur.

“Sekitar satu tahun lalu saya pernah datang ke sini saat menghadiri kegiatan sunantan massal, waktu itu masih sebagai calon gubernur. Alhamdulillah satu tahun kemudian tepatnya hari ini saya datang kembali sudah sebagai Gubernur Sulawesi Utara,” ujarnya.

Gubernur juga memberikan apresiasi kontribusi kota Bitung sebagai salah satu pilar penting pertumbuhan perekonomian di Sulut. Ia juga menyebutkan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Kota Bitung mencapai sekitar 7,2 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi yang berada di kisaran 5,36 persen serta nasional sekitar 5,33 persen.

Selain itu, kata Gubernur, Bitung sebagai kota pelabuhan dinilai memiliki peran strategis sebagai gerbang maritim sekaligus pusat industri yang menopang kesejahteraan masyarakat.

Artinya, Kota Bitung memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang sangat baik dan menjadi salah satu yang tertinggi di Sulawesi Utara. Melalui sinergi program daerah, provinsi, dan pemerintah pusat, saya optimistis pertumbuhan ekonomi Kota Bitung dapat terus meningkat hingga mencapai sekitar 8 persen pada tahun 2026,” katanya.

Gubernur juga menjelaskan bahwa salah satu faktor pendorong pertumbuhan tersebut adalah aktivitas pelabuhan di Kota Bitung yang kini telah membuka jalur ekspor langsung ke China tanpa harus melalui transit di Surabaya. Menurutnya, hal ini akan memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi dan peningkatan pendapatan daerah.

Lebih lanjut, pemerintah juga terus memperjuangkan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Kota Bitung. Saat ini terdapat empat blok yang sedang diajukan dan diperjuangkan di kementerian terkait.

Ia juga mengingatkan bahwa hari raya Idul Fitri semakin dekat. Kami berharap umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta keberkahan hingga hari kemenangan tiba.

Beliau juga menilai Kota Bitung sebagai contoh kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Utara. Dengan keberagaman masyarakat, ia menyebutkan Kota Bitung sebagai “Laboratorium kerukunan” karena mampu hidup berdampingan dalam semangat persaudaraan.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur mengajak seluruh masyarakat Kota Bitung untuk terus memelihara semangat kebersamaan serta menjadi penjaga kedamaian daerah dengan semangat
Torang samua bersaudara.

“Rumah kita ada di sini, mari kita jaga bersama agar Bitung semakin maju dan sejahtera,” tutup Gubernur Yulius.

Melalui momentum ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap sinergi dengan Pemerintah Kota Bitung dan masyarakat semakin erat, sehingga pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik dalam suasana yang harmonis. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *