RSOL/rakyatsulutonline.com, BITUNG— Selebrasi Paskah Remaja GMIM 2026 yang berlangsung meriah di lapangan Sari Cakalang, Kota Bitung, Sabtu (11/4/2026)).
Selebrasi tersebut diikuti puluhan ribu remaja dari berbagai wilayah pelayanan GMIM di Sulawesi Utara, menciptakan kebersamaan yang penuh sukacita.
Momentum iman yang sarat sukacita ini turut dihadiri Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE., bersama Ketua TP. PKK kota Bitung, Ny Ellen Honandar Sondakh, Wakil Wali Kota Randito Maringka S. Sos., dan Sekretaris TP. PKK Ny. Jacinta Maribell Maringka Gumolung, bersama unsur Forkopimda, serta jajaran pemerintah daerah.
Kehadiran Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam perayaan tersebut sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan pembinaan iman generasi muda gereja, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat dalam membangun karakter generasi penerus daerah.
Ibadah agung dipimpin oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt. Dr. Adolf Katuuk Wenas, M.Th., berlangsung penuh hikmat dan meriah, yang dihadiri oleh ribuan remaja GMIM
menandai semangat kebangkitan dan harapan baru bagi generasi muda gereja.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Dr. Audy Pangemanan yang mewakili Gubernur Sulut Yulius Selvanus, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran ribuan remaja GMIM menjadi bukti bahwa gereja memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Pada hari ini, kota Bitung menjadi saksi berkumpulnya generasi penerus gereja. Semangat yang ditunjukkan remaja GMIM menjadi energi positif untuk gereja dan bangsa ini, serta memiliki masa depan yang cerah,” ujar Pangemanan.
Beliau juga menegaskan bahwa momentum
Paskah bukan sekadar perayaan, tetapi juga pengingat bagi generasi muda untuk tetap berjalan di jalan kebenaran.
Tema ‘Menapaki Jalan Terang’ harus dimaknai sebagai komitmen remaja untuk tidak terjebak dalam arus negatif zaman, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, maupun penyebaran informasi hoaks yang dapat memecah belah,” tambahnya.
Ia juga menambahkan, generasi muda saat ini hidup di era digital yang menawarkan banyak kemudahan, namun juga penuh godaan yang dapat menjerumuskan jika tidak disikapi dengan bijak. “Remaja GMIM harus menjadi generasi yang cerdas dalam memilah informasi, teguh berdiri di atas ajaran kebenaran firman Tuhan, dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang merusak masa depan,” tuturnya.
Selain itu, Audy Pangemanan juga menekankan pentingnya ketaatan dalam kehidupan orang beriman. Oleh karena itu,
kepintaran tanpa ketaatan adalah kesia-siaan adanya. Jadikan doa dan Alkitab sebagai fondasi kehidupan. Dengarkan nasihat orang tua dan pembina, karena mereka sebagai penuntun masa depan kalian”, ungkapnya.
Pangemanan juga mengingatkan bagi para remaja, bahwa mereka sebagai generasi penerus gereja dan daerah Sulawesi Utara.
Kalian adalah akar, batang, dan buah bagi gereja serta daerah Nyiur Melambai. Jika akarnya kuat, maka kalian akan tumbuh kokoh dan menghasilkan buah yang manis bagi keluarga, gereja, dan masyarakat,” katanya.
Usai ibadah, ribuan peserta akan mengikuti pawai Paskah sebagai ekspresi sukacita iman. Pemerintah juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan keselamatan selama kegiatan berlangsung.
Rayakan kemenangan Kristus dengan sukacita, tetapi tetap tertib, disiplin, dan menjaga keselamatan. Tunjukkan bahwa remaja GMIM adalah generasi yang beriman sekaligus berkarakter”, pesannya.
Selain itu, para peserta juga dihimbau untuk menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung. Kota Bitung adalah rumah kita bersama. Jangan meninggalkan sampah di lapangan maupun di sepanjang rute pawai. Iman yang bersih harus diikuti dengan lingkungan yang bersih,” tutupnya.
Momentum ini diharapkan menjadi wadah pembinaan iman sekaligus penguatan karakter bagi seluruh Remaja GMIM. (fik).
















