Bitung  

Upacara Peringatan Hari Kartini, Hengky Honandar Dorong Perempuan Jadi Penggerak Utama Pembangunan Daerah

banner 120x600

RSOL/RAKYATSULUTONLINE.COM, BITUNG — Pemerintah Kota Bitung mengelar Upacara peringatan Hari Kartini yang dirangkaikan dengan apel KORPRI di lapangan upacara Kantor Walikota Bitung, Kamis (23/4/2026). Momentum ini untuk menegaskan kembali pentingnya kesetaraan gender dan penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah.

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bitung, Hengky Honandar SE., yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Randito Maringka S. Sos.,Sekretaris Daerah (Sekda) Ir. Ign. Rudy Theno, Ketua TP. PKK kota Bitung, Ny Ellen Hoanandar Sondakh, bersama Sekretaris TP PKK Ny. Jacinta Maringka Gumolung, unsur Forkopimda, dan organisasi perempuan, jajanan Kepala Perangkat Daerah, serta seluruh ASN yangbada di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung.

Momentum ini juga dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan kenaikan pangkat dan pensiun ASN terhitung mulai tanggal 1 Mei 2026, serta pemberian piagam penghargaan kepada sejumlah pihak berprestasi di lingkungan Pemerintah Kota Bitung.

Selain itu, Pemerintah Kota Bitung turut menyerahkan bantuan bibit cabai dan tomat kepada TP-PKK kecamatan se-Kota Bitung, sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Hengky Honandar membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia yang menegaskan pentingnya melanjutkan perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam mewujudkan kesetaraan gender.

Ia menekankan bahwa nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini tetap relevan dan harus diwujudkan dalam kebijakan nyata, bukan sekadar seremoni tahunan.

“Semangat Kartini harus tetap hidup. Ini harus menjadi gerakan nyata, terutama dalam mendorong perempuan menjadi penggerak utama pembangunan daerah”, ujar Honandar.

Selain itu, ia menyoroti bahwa pendidikan masih menjadi kunci utama dalam membuka akses dan meningkatkan kualitas hidup perempuan.

Tanpa akses pendidikan yang setara bagi perempuan, kita sedang membatasi masa depan bangsa sendiri. Ini bukan hanya isu perempuan, tapi isu kemajuan nasional,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hoanandar mengakui bahwa meski capaian pembangunan gender secara nasional menunjukkan tren positif, akan tetapi ketimpangan masih nyata di berbagai sektor strategis.

“Data menunjukkan kemajuan, tetapi fakta di lapangan masih memperlihatkan adanya kesenjangan baik dalam partisipasi ekonomi, akses kesehatan, hingga keterwakilan politik perempuan,” tambahnya.

Menurutnya, tantangan tersebut harus dijawab dengan kebijakan yang lebih progresif dan kolaboratif lintas sektor.

“Perempuan harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar pelengkap. Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat harus membuka ruang yang lebih luas dan adil,” kata Honandar.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota mengajak agar peringatan Hari Kartini menjadi titik refleksi sekaligus komitmen bersama dalam memperjuangkan keadilan gender.

“Suatu perubahan tidak datang dengan sendirinya. Dibutuhkan keberanian, keberpihakan, dan kerja nyata. Dari Bitung, kita dorong kesetaraan itu menjadi gerakan yang hidup,” tutup Honandar. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *